Netral English Netral Mandarin
banner paskah
14:44wib
Singapura akan melarang masuk orang yang dalam 14 hari belakangan memiliki riwayat perjalanan ke India, negara yang kini sedang dilanda gelombang kedua pandemi Covid-19. Pemerintah melalui Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 memutuskan untuk memperpanjang masa larangan mudik Hari Raya Idulfitri 1442 Hijriah.
Menkes Akui Agresif Cari Vaksin dan Berani DP Duluan, Ini Alasannya

Rabu, 06-January-2021 15:45

Menkes Budi Gunadi Sadikin saat Sidak Rumah Sakit
Foto : Kementerian Kesehatan
Menkes Budi Gunadi Sadikin saat Sidak Rumah Sakit
11

BANDUNG, NETRALNEWS.COM - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin merinci pembelian vaksin oleh Pemerintah Indonesia. 

Disebut vaksin berasal dari 5 jalur, yakni empat produsen berasal dari bilateral yaitu Sinovac dari Tiongkok, Novavax dari Kanada-Amerika, Pfizer dari Jerman-Amerika, AstraZeneca dari Swiss-Inggris dan satu berasal dari multilateral yakni COVAX/GAVI dari aliansi vaksin GAVI dengan didukung WHO dan CEPI.

Komunikasi terus dilakukan secara intens, mengingat saat ini vaksin menjadi komoditas yang paling diperebutkan oleh seluruh negara di dunia.

“Karena memang ini belum ada barangnya, kita harus siap-siap. Jadi ada isu kemanusiaan disini, itu sebabnya kita agresif mencari vaksin, meski vaksinnya belum terbukti kita sudah DP duluan. Kenapa? Karena nanti kita ngak kebagian,” terang Menkes. 

Pernyataan disampaikan Menkes saat sidak ke beberapa rumah sakit di Bandung baru-baru ini, dilansir dari laman Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Rabu (6/1/2021).

Pihaknya berharap vaksin-vaksin tersebut segera tiba di Indonesia, sehingga bisa segera dilakukan penyuntikan bagi 181 juta penduduk Indonesia terutama bagi para tenaga kesehatan yang selama 10 bulan ini telah berjuang di garda terdepan penanganan COVID-19. 

Lebih lanjut Budi menyampaikan bahwa vaksinasi COVID-19 tahap pertama akan diprioritaskan bagi tenaga kesehatan serta petugas pelayanan publik. 

Selanjutnya pada tahap kedua untuk masyarakat rentan di daerah dengan risiko penularan tinggi dan masyarakat lainnya dengan pendekatan kluster serta ketersediaan vaksin. Untuk itu, dia ingin memastikan seluruh RS siap melakukan penyuntikan vaksin.

Budi menjelaskan, untuk mencapai kekebalan kelompok (herd immunity) pemerintah telah menyiapkan sebanyak 426 juta dosis vaksin untuk 181 juta penduduk Indonesia. Sesuai dengan standar dari WHO, nantinya setiap penduduk akan dilakukan dua kali penyuntikan.

“Kami menyiapkan buffer stock sebanyak 15 persen, jadi total yang kita butuhkan sekitar 426 juta dosis vaksin,” katanya.

Menkes berpesan agar ditengah kabar baik kedatangan vaksin COVID-19 di Indonesia, protokol kesehatan 3M terus ditegakkan oleh masyarakat tanpa terkecuali, sebab itu merupakan kunci untuk memutus mata rantai penularan COVID-19.

 

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Nazaruli