Netral English Netral Mandarin
banner paskah
02:09wib
Manchester City melewatkan kesempatan mengunci gelar juara Liga Inggris musim ini seusai menderita kekalahan dari Chelsea, Sabtu (8/5/2021) malam WIB. Potongan surat perihal penonaktifan 75 pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang tidak lolos tes wawasan kebangsaan (TWK) beredar.
Meninggal di Penjara, Ini Sepak Terjang Bernie Madoff Sebagai Penipu dan Pebisnis Skema Ponzi Terbesar di Dunia

Jumat, 16-April-2021 15:06

Pengusaha yang menjadi terpidana kasus penipuan skema Ponzi terbesar di dunia Bernard Lawrence Madoff atau Bernie Madoff
Foto : Cbcnews
Pengusaha yang menjadi terpidana kasus penipuan skema Ponzi terbesar di dunia Bernard Lawrence Madoff atau Bernie Madoff
10

JAKARTA, NETRALNEWS. COM - Pengusaha yang menjadi terpidana kasus penipuan skema Ponzi terbesar di dunia Bernard Lawrence Madoff atau Bernie Madoff meninggal dunia di dalam penjara federal pada Rabu (14/4/2021) waktu setempat. 

Ia mengembuskan napasnya yang terakhir di usia 82 tahun. Madoff diganjar hukuman penjara selama 150 tahun atas perbuatannya.

Juru Bicara Biro Penjara, Kristie Breshears mengatakan keluarga Madoff telah diberitahu tentang kematiannya setelah dirawat di fasilitas medis penjara di Butner, Negara Bagian North Carolina.

Madoff merupakan pebisnis ulung yang mengaku bersalah pada 2009 telah menipu ribuan klien dengan miliaran dolar investasi selama puluhan tahun.

Baca Juga :

Para korban penipuan dalam lingkaran skema ponzi tersebut termasuk nama-nama besar seperti legenda bisbol Sandy Koufax, produser film Hollywood Jeffrey Katzenberg, aktor kenamaan Kevin Bacon, dan John Malkovich.

“Hidupnya telah berakhir, dia meninggalkan warisan berbahaya yang telah terukir dalam sejarah perkembangan investasi dunia,” kata Sam Stovall, penulis ‘The Seven Rules of Wall Street’ dan Kepala Strategi Investasi di CFRA Research, dikutip dari USA Today, Kamis (15/4/2021).

Madoff, penipu besar sekaligus sosok jenius di bidang keuangan merupakan mantan ketua pasar saham Nasdaq kelahiran Kota New York. Dia tercatat melakukan penipuan besar selama beberapa dekade yang berhasil memikat selebritas, badan amal, badan keuangan, dan ribuan investor dengan memberikan keuntungan investasi mengerikan.

Penghasilannya yang terus mengalir membuat Madoff dan keluarganya kaya raya. Gaya hidup kelas atas melekat pada pria itu termasuk kepemilikan kondominium Manhattan, rumah tepi pantai di Montauk, juga di East End of Long Island, vila di Massachusetts dan apartemen mewah di Prancis.

Dalam menjalani aksi ‘penipuan jeniusnya’ Madoff mendalangi skema ponzi klasik, di mana dana dari investor baru digunakan untuk membayar keuntungan investor lama. Penipuan itu akhirnya runtuh pada Desember 2008, ketika bisnis Madoff tidak dapat lagi menutupi permintaan penarikan yang terus meningkat di tengah resesi hebat.

Bagi investor yang sebelumnya mempercayai bahkan menghormati Madoff, kehancuran bisnis itu menghanguskan tabungan hidup dan rencana pensiun mereka. Madoff mengakui aksi gilanya itu kepada putra-putranya, Mark dan Andrew. Mereka akhirnya melaporkan itu kepada otoritas federal kemudian Madoff ditangkap.

Rupanya bisnis investasinya itu terbongkar pada tahun 2008 sebagai skema Ponzi. Skema Ponzi merupakan modus penipuan yang dilakukan dengan cara menjalankan model investasi fiktif. Pelaku mengumpulkan modal dengan dalih akan dikembalikan dengan keuntungan, namun sebenarnya bunga yang dibayarkan justru menggunakan uang dari nasabah baru.

Hal ini membuatnya sangat dibenci hingga harus mengenakan rompi antipeluru ke pengadilan. Penipuan itu diyakini sebagai yang terbesar dalam sejarah Wall Street.

Hakim federal Denny Chin menjatuhkan hukuman 150 tahun penjara. Lima mantan karyawan Madoff juga dihukum pada 2014 atas tuduhan membantu penipuan besar-besaran. Dalam menghabiskan sebagian besar masa hukumannya, dia mengalami gangguan pernapasan dan penyakit kardiovaskular hingga tutup usia.

Reporter : Nazaruli
Editor : Nazaruli