Netral English Netral Mandarin
banner paskah
18:21wib
Seorang anggota TNI AD berinisial DB luka-luka dan anggota kepolisian berinisial YSB tewas setelah diduga menjadi korban pengeroyokan oleh orang tak dikenal. Sebuah survei yang diinisiasi Lembaga Survei Indonesia (LSI) menemukan mayoritas pegawai negeri sipil (PNS) menilai tingkat korupsi di Indonesia meningkat.
Mengutip Pernyataan Terpidana Bom Bali, Sahal: Kalau Ada Bilang Aksi Terorisme Rekayasa, Teroris Merasa Didukung

Rabu, 31-Maret-2021 14:15

Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) di Amerika Serikat Akhmad Sahal
Foto : Istimewa
Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) di Amerika Serikat Akhmad Sahal
14

JAKARTA, NETRALNEWS. COM - Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) di Amerika Serikat Akhmad Sahal mengomentari beberapa pihak yang menilai kalau kejadian teroris merupakan teori konspirasi atau rekayasa.

Menurut, Sahal mengutip dari pernyataan mantan anggota teroris sekaligus terpidana bom Bali Ali Imron. Jika ada pihak yang menuding kalau teroris cuma rekayasa sama saja mendukung teroris itu sendiri.

“Kalau ada yg bilang aksi terorisme itu rekayasa, konspirasi.. teroris akan kipas-kipas, merasa didukung. Ali Imron, terpidana bom Bali," tulisnya seperti dilansir di Jakarta, Rabu (31/3/2021).

Seperti diketahui, Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri meringkus terduga teroris di wilayah Condet, Jakarta Timur, Senin (29/3).

Penangkapan dilakukan usai Densus 88 melakukan penggerebekan di Condet, tepatnya di Jalan Raya Condet Nomor 1, RT 005/RW 003, Kelurahan Bale Kambang, Kecamatan Kramat Jati, Jaktim.

Sebelumnya, Aksi bom bunuh diri terjadi di pintu gerbang Gereja Katedral di Jalan Kajaolalido, MH Thamrin, Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan.

Di lokasi ledakan bom bunuh diri ditemukan potongan tubuh dengan kondisi mengenaskan, badannya hancur beserta sepeda motor yang dikendarainya. 

Reporter : PD Djuarno
Editor : Nazaruli