Netral English Netral Mandarin
banner paskah
01:02wib
Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya akan menggunakan 17 titik periksa yang sebelumnya disiapkan untuk pengamanan mudik sebagai pos pemeriksaan Surat Izin Keluar-Masuk. Dua hari ke depan diperkirakan akan terjadi lonjakan masyarakat yang nekat mudik Idulfitri 2021.
Mengenang Arwah Santriwati yang Dikabarkan Gentayangan hingga Kini

Minggu, 11-April-2021 11:30

Ilustrasi jasad wanita yang telah meninggal dunia
Foto : Istimewa
Ilustrasi jasad wanita yang telah meninggal dunia
11

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Roh halus ternyata tersebar dan menghuni sejumlah sudut di berbagai belahan dunia. Mereka ada di kali, bendungan, gedung tua, sekolah, rumah sakit, perkantoran, terowongan, hingga pondok pesantren (ponpes) pun tak luput menjadi hunian mereka.

Berdasarkan penelusuran NNC beberapa waktu silam, ada satu roh halus yang pernah menghebohkan salah satu ponpes. Sumber dihimpun NNC dari cerita yang beredar di masyarakat dan dari sejumlah saksi mata.

Kisah Herlina yang menjadi hantu sangat terkenal di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Sebelum meninggal, Herlina menjadi seorang santriwati di sebuah pesantren di kota itu. Semua narasumber sepakat untuk tidak menyebutkan nama ponpes tersebut demi menjaga nama baiknya.

Herlina dikenal sangat cantik dan ramah. Ia periang dan gemar bercerita kepada semua teman-temannya. Ia juga sangat disayang oleh kedua orang tuanya yang rutin mengunjunginya sekali dalam sebulan. Orang tuangnya berharap, kelak Herlina menjadi muslimah yang baik.

Namun, di balik keceriaan dan keramahan Herlina, ternyata ia menyimpan suatu keinginan besar yang belum ia dapatkan. Ia sangat mendambakan kasih sayang yang lebih dari semua orang. Ia haus kasih sayang dari semua orang yang ia jumpai.

Ia sempat berpikir bahwa dengan bersikap ceria dan ramah, ia bisa menarik perhatian semua orang. Sebenarnya, respon dan tanggapan teman-temannya di pesantren selalu baik kepadanya. Namun entah mengapa, Herlina merasa belum puas. Ia ingin mendapatkan perhatian yang lebih lagi, sehingga dapat memuaskan dahaga di hatinya.

Hingga suatu hari ia memutuskan untuk membuat ulah dengan tujuan untuk mencari perhatian. Ia sengaja mencuri batu cincin atau akik milik seorang kyai di ponpes tersebut. Kyai tersebut adalah salah satu pengajar para santri. Namun, saat akan mengambil akik tersebut, ia dipergoki oleh santri lain.

Herlina pun gemetar. Ia membayangkan bagaimana akibat tindakan fatal yang telah ia lakukan. Ia merasa malu dan takut dihukum. Ia putuskan lari sekencang-kencangnya meninggalkan ponpes.

Nahas, saat ia berlari di jalan, tiba-tiba mobil melintas dan menghantam tubuhnya. Ia pun tewas seketika. Konon, nasib nahas yang menimpa Herlina tersebut tidak diketahui warga pesantren. Yang diketahui bahwa Herlina sempat kabur dan meninggalkan pesantren beberapa hari.

Sementara itu, orang tua Herlina lebih dulu tahu akan nasib putrinya. Bapak-ibunya ternyata tidak terima atas nasib anak tercinta yang tertabark mobil dan dituduh mencuri akik. Mereka memutuskan untuk membalas dendam.  

Tubuh Herlina yang sudah tak bernyawa, kemudian dibawa ayah-ibunya ke rumah seorang dukun ilmu hitam. Mereka meminta dukun tersebut agar menghidupkan Herlina. Bagaimana pun caranya, semua persyaratan akan dipenuhi.

Orang tua Herlina terlalu sayang dan ingin balas dendam kematian anaknya. Orang tuanya bersedia menerima, termasuk memenuhi syaratnya. Sang dukun meminta agar orang tuanya menyediakan darah untuk diminum Herlina setiap malam Jumat Kliwon. Bila syarat itu tak dipenuhi, Herlina akan kembali mati.

Upaya itu berhasil. Jasad Herlina hidup kembali. Namun, roh yang menghidupkan tubuh Herlina, bukanlah roh aslinyaa. Roh yang menggerakkan anak tersebut berasal dari hantu penasaran.

Jasad Herlina yang ditempati oleh roh hantu kemudian kembali masuk pesantren. Ia diterima para kyai setelah sempat minta maaf dan berjanji tidak mengulangi  kesalahannya. Ia penuhi hukuman itu.

Herlina kini berwajah pucat dan jarang bicara. Teman-temannya mulai curiga dengan keanehannya. Apalagi, setiap Jumat Kliwon, ia menjinjing koper berbau busuk. Suatu saat, teman-temannya masuk ke kamar Herlina dan segera membuka koper tersebut. Ternyata isinya sekantong darah yang sudah membusuk.

Belum sampai kejadian itu dlaporkan, malam harinya pesantren dibuat geger. Seorang penjaga ponpes berteriak-teriak melihat wajah Herlina yang seperti serigala, dari mulutnya keluar taring. Ia hendak menggigit petugas tersebut.

Para kyai bangun dan segera menghardik roh di tubuh Herlina. Roh itu berhasil ditangkap oleh seorang kyai dan dimasukkannya dalam botol. Roh berwarna merah itu kemudian dibuang jauh, tak boleh ada orang menemukan dan membukanya.

Tubuh Herlina kemudian roboh, kembali ke jasad aslinya yang sudah mati. Oleh para kyai dan para santri, tubuh Herlina diantarkan ke rumah orang tuanya. Ia akhirnya dikuburkan. Orang tuanya berduka dan ponpes pun ikut berduka.

Konon, setelah itu, para Kyai mendampingi orang tuanya. Mereka pun akhirnya bertobat dan ikhlas menerima nasib Herlina.

Namun, ada sejumlah saksi menyampaikan cerita yang sedikit berbeda pada bagian akhir dari nasib Herlina. Narasumber tersebut menyebutkan bahwa Herlina sudah sempat memakan sejumlah korban.

Sebelum roh yang ada di tubuh Herlina berhasil ditangkap, beberapa petugas ponpes konon ditemukan meninggal dunia dengan bekas luka di lehernya. Diduga mereka kehabisan darah setelah digigit dan dihisap Herlina.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto