Netral English Netral Mandarin
banner paskah
01:23wib
Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya akan menggunakan 17 titik periksa yang sebelumnya disiapkan untuk pengamanan mudik sebagai pos pemeriksaan Surat Izin Keluar-Masuk. Dua hari ke depan diperkirakan akan terjadi lonjakan masyarakat yang nekat mudik Idulfitri 2021.
Mengenal Jenis Transmisi Semi Otomatis, Apa Bedanya dengan Full Otomatis?

Jumat, 16-April-2021 05:30

pedal transmisi semi otomatis
Foto : Carmudi
pedal transmisi semi otomatis
11

JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Selama ini publik hanya mengetahui dua jenis transmisi pada mobil yaitu otomatis (AT) dan manual (MT). Namun, belum banyak yang paham bahwa transmisi mobil tak hanya sebatas manual dan otomatis. Padahal, transmisi otomatis juga memiliki jenis lain.

Adalah automated manual transmission (AMT) yang juga kerap dipakai oleh pabrikan mobil yang juga dikenal dengan sistem semi otomatis. Transmisi ini merupakan penggabungan antara transmisi manual (pengemudi bisa memindahkan gigi atau gear), tanpa harus menekan kopling dan digantikan dengan aktuator elektronis.

"Perbedaan paling mendasar, kalau AMT adanya pengaturan secara semimanual. Jadi, kalau AT hanya sebatas over drive (D3) dan D1. Kalau AMT, diberikan opsi pemilihan gigi secara semimanual (tanpa kopling)," jelas Kepala Bengkel Auto2000 Kebayoran Lama, Rocky Yonathan, seperti dilansir dari Liputan6.com, Kamis (15/4/2021).

Lalu, apa perbedaan antara transmisi AMT dengan AT? Berikut penjelasannya seperti dilansir dari berbagai sumber:

Automated Manual Transmission (AMT)

Transmisi ini seperti menggabungkan antara transmisi manual, tapi dengan cara kerja transmisi otomatis.

Berbagai pabrikan memiliki sistem transmisi ini dengan nama berbeda. Suzuki misalnya, fitur ini dinamakan AGS, lalu yang baru-baru ini diperkenalkan, yaitu Wuling dengan sebulan i-AMT di Cortez.

Secara umum, transmisi semiotomatis ini merupakan transmisi yang perpindahan gigi percepatannya tanpa menginjak atau menekan kopling.

Sistem transmisi ini sejatinya menggunakan gearbox manual tanpa pedal kopling. Untuk fungsi kopling, digantikan aktuator hidraulis yang bekerja menurut putaran mesin. Adapun perpindahan gigi secara otomatis dilakukan Transmisssion Control Module (TCM).

Namun, untuk sistem ini, banyak yang berpendapat sebagai transmisi yang paling tidak nyaman. Pasalnya, saat perpindahan gigi ada jeda atau lemot. Dengan begitu, aliran tenaga mobil yang menggunakan AMT ini dirasa kurang responsif.

Transmisi Otomatis (AT)

Transmisi otomatis konvensional (AT) memiliki komponen utama berupa planetary gear unit (gir planet), hydraulic control unit, dan torque converter.

Untuk mengubah tingkat kecepatan pada sistem transmisi otomatis, digunakan mekanisme gesek dan tekanan minyak transmisi otomatis. Pada transmisi otomatis, roda planetary berfungsi untuk mengubah tingkat kecepatan dan torsi, seperti halnya pada roda gigi pada transmisi manual.

Transmisi otomatis dikendalikan dengan hanya menggerakkan tuas percepatan ke posisi tertentu. Posisi tuas transmisi otomatis, disusun mengikuti format P-R-N-D-3-2-L.

Untuk varian transmisi otomatis, terdapat 4A/T, yaitu varian transmisi otomatis yang sering dijumpai di banyak mobil. Teknologi 4A/T sudah cukup lama hadir di Indonesia. Digunakan pada mobil era 70-an sampai sekarang.

Selanjutnya, varian 5A/T. Varian ini tidak berbeda banyak dari 4A/T, hanya formatnya yang berbeda. Jika format 4A/T adalah P-R-N-D-S/2-L/1, maka 5A/T memiliki format P-R-N-D-D3 dengan tambahan O/D-2-1. varian ini digunakan pada mobil era 1990-an sampai sekarang.

Reporter : Dimas Elfarisi
Editor : Irawan HP