Netral English Netral Mandarin
banner paskah
16:13wib
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberi peringatan kepada sembilan provinsi untuk bersiap siaga dari potensi hujan petir disertai angin kencang yang akan terjadi hari ini. Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menambah jalur yang bakal disekat oleh kepolisian selama masa larangan mudik Lebaran pada 6 hingga 17 Mei 2021 mendatang.
Yuk Mengenal Buah Naga Kuning yang Langka dan Mahal Tapi Berkhasiat Tinggi

Rabu, 07-April-2021 04:00

Buah naga kuning yg diproduksi Pitahaya Palora dari Ekuador.
Foto : pitahayapalora.com
Buah naga kuning yg diproduksi Pitahaya Palora dari Ekuador.
7

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Buah naga menjadi salah satu buah populer yang di Indonesia karena rasanya yang disukai banyak orang dan harganya relatif terjangkau. Buah naga banyak beredar di pasaran biasanya berwarna merah dengan isi berwarna putih atau merah juga.

Nah, tahukah Anda bahwa selain itu ada buah naga yang jarang ditemui di pasaran? Buah naga itu berwarna kuning. Sayang, karena pasokannya yang terbatas, harganya pun jauh lebih mahal dibanding buah naga merah.

Buah naga kuning ini memiliki ukuran lebih kecil dari buah naga merah, tetapi rasanya lebih manis.

Buah naga kuning ini adalah buah eksotis dari keluarga kaktus. Ini asli Amerika Selatan. Nama ilmiahnya adalah Hylocereus Megalanthus. Buah naga disebut juga pitahaya atau pitaya. 

Sebuah perusahaan perkebunan buah naga kuning yang berasal dari Ekuador, Pitahaya Palora menerangkan, Buah Naga Kuning berbentuk lonjong dan memiliki duri. Duri ini telah disingkirkan dari buah sebelum setiap panen.

Pitahaya awalnya berwarna hijau dan kuning bila sudah matang. Beratnya rata-rata 0,35kg (0,8 pon).

Buah pitahaya kuning ini memiliki rasa yang sangat manis, tidak seperti varietasnya yang lain.

Varietas buah naga lainnya bisa berwarna merah muda atau merah dengan daging putih, merah jambu atau merah.

Mereka biasanya berukuran sedikit lebih besar dari varietas kuning dan tidak memiliki duri.

Rasanya, bagaimanapun, tidak bisa bersaing dengan Pitahaya kuning. Tak ada varietas lain yang semanis pitahaya kuning.

Disebutkan juga, buah pitahaya kaya akan vitamin, mineral, serat, dan protein. Buah segar biasanya digunakan untuk membantu pencernaan dan sembelit.

Di Indonesia, salah satu kebun buah naga kuning terletak di Ciampea, Bogor, Jawa Barat. Kebun ini dimiliki oleh Andreas Budiman dengan luas lahannya sekitar 2 hektare.

Seperti dikutip dari laman resmi Kementerian Pertanian, Selasa (6/4/2021) varietas buah naga kuning ditemukan Andreas pertama kali saat berada di Singapura sekitar 30 tahun lalu.

Andreas membeli buah naga kuning dan terkesan dengan rasanya yang manis segar. Kemudian, ia berinisiatif memisahkan bijinya, menjemur di sisi jendela hotel, dan jadilah bibit buah naga kuning yang pertama.

“Tepatnya 30 tahun lalu saya antar ibu saya berobat ke Singapura. Di sana saya menemukan buah naga kuning jenis Palora Pitahaya asal Ekuador. Saya coba makan dan ternyata enak sekali. Langsung ingin coba membawa dan menanamnya di Indonesia,” cerita Andreas.

Uji coba penanaman buah naga kuning terus dilakukan Andreas di Trawas dan Bogor hingga akhirnya berhasil dibuat menjadi bibit dan tumbuh dengan subur pada Agustus 2019.

Andreas berharap varietas buah naga kuning ini bisa mendapat perhatian dari Kementerian Pertanian, baik dari segi edukasi, pemeliharaan, maupun pencegahan hama dan penyakit tanamannya.

Direktur Jenderal Hortikultura Prihasto Setyanto mengapresiasi petani yang terus berinovasi di bidang pertanian khususnya komoditas hortikultura. 

"Saya menyampaikan terima kasih kepada petani yang berani mencoba membudidayakan buah yang masih tergolong langka ini. Untuk mendukung upaya serupa dari para petani, Ditjen Hortikultura juga telah memiliki program Kampung Hortikultura sehingga petani dapat lebih produktif dan berkontribusi dalam mengurangi kuota impor komoditas hortikultura," ujar Anton.

Hingga saat ini, buah naga kuning masih tergolong sebagai buah istimewa. Selain karena belum banyak beredar di pasaran, bentuk dan ukurannya juga lebih unik dibandingkan dengan buah naga pada umumnya. Harga jualnya pun mencapai ratusan ribu rupiah per kilogram.

Sekretaris Direktorat Jenderal Hortikultura, Retno Sri Hartati Mulyandari menyampaikan ketertarikannya dan harapannya terhadap varietas baru dari keluarga buah naga ini.

"Mendengar ada varietas buah naga kuning ini, saya tertarik sekali ingin mencobanya. Semoga varietas ini bisa segera terdaftar menjadi komoditas binaan Ditjen Hortikultura, sehingga bisa dikembangkan lebih jauh lagi," ujar Retno.

Sementara itu, Direktur Buah dan Florikultura Liferdi Lukman menyambut baik adanya varietas buah naga kuning yang dapat dikembangkan di Bogor, Jawa Barat. Doktor Pertanian IPB University itu juga mengharapkan agar ke depannya varietas buah naga kuning bisa dikembangkan lebih baik lagi. 

"Saya menyambut baik keberadaan buah naga kuning di Bogor ini. Semoga bisa mengikuti sukses seperti di Jember yang dibudidayakan oleh Ibu Asroful Uswatun," terangnya.

Liferdi menambahkan, buah naga kuning ini juga dipercaya mempunyai kandungan antioksidan dan karoten yang tinggi, sehingga tidak heran kalau buah naga kuning banyak diminati, terlebih pada masa pandemi Covid-19 seperti saat ini. 

Reporter :
Editor : Irawan HP