Netral English Netral Mandarin
banner paskah
05:49wib
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Inspektur Jenderal Istiono bakal memberi sanksi dua kali lipat kepada personelnya yang kedapatan meloloskan pemudik pada 6-17 Mei 2021 mendatang. Presiden Joko Widodo meminta semua anggota Kabinet Indonesia Maju dan pimpinan lembaga tinggi negara untuk tidak mengadakan acara buka puasa bersama di tengah pandemi virus corona (Covid-19).
Mengaku Sudah Jutaan Kali Dihina, Natalius Pigai: Tolong Jaga Abu Janda

Kamis, 04-Februari-2021 16:20

Aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai
Foto : Istimewa
Aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai
11

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Aktivis Kemanusiaan Natalius Pigai mengaku tidak masalah telah dihina. Bahkan dia mengaku, sudah jutaan kali alami tindakan tersebut sejak dulu. 

Pigai berpandangan bahwa reaksi pro-kontra itu sebagai bagian dari dinamika demokrasi dan melestarikannya. Adanya demokrasi persoalan kemudian tergantung individu yang diserang dan Pigai mengaku tidak masalah apabila diserang, sepanjang bukan tindakan fisik. 

"Karena itu saya sampai hari ini sebut Ambroncius sekali, dua kali saya sebut di televisi. Kalau Mas Abu Janda mungkin saya sebut sekitar lima kali dalam dialog tapi tidak disebut dalam Twitter, Facebook, Instagram saya," kata Pigai.

Pernyataan itu disampaikan Pigai saat diwawancarai oleh Ahli Hukum Tata Negara Refly Harun di kanal Youtube, Kamis (4/2/2021).

Pigai mengaku sudah memahami apa yang disampaikan Ambroncius Nababan dan Pegiat Media Sosial Permadi Arya atau Abu Janda, bisa saja sebuah spontanitas. Bagi Pigai, mereka bisa saja bertindak by design oleh sistem dan sponsornya. Dicontohkan, perkataan Abu Janda soal evolusi yang belum selesai. 

Pigai ungkap pada awal kuliah di 1994, dia membaca sebuah buku berjudul The Origin of Species. Bahkan anaknya pun baru-baru ini membeli buku yang sama, meski Pigai masih menyimpan buku masa lalunya di laci. 

Dia membaca buku karya Herbert Spencer soal evolusi budaya dan evolusi sosial. Dia juga membaca karya Ketua Partai Sosial Demokrat Rusia yang juga bagian dari Komitet Gosudarstvennoy Bezopasnosti (KGB) Vladimir. Politikus itu pernah mengeluarkan sebuah pernyataan soal orang kulit hitam dan soal evolusi yang belum selesai. Sehingga apa yang Abu Janda ucapkan, menurut Pigai ada basis ilmunya.

Pigai berpandangan bahwa Vladimir adalah intelijen tingkat tinggi karena anggota KGB. Tidak mungkin orang yang memiliki kemampuan daya jelajah yang tinggi bisa mengeluarkan penyertaan evolusi belum selesai.

"Karena itu saya bilang tolong jaga Abu Janda, dia orang baik, dia hanya mengucapkan saja. Saya punya keyakinan. Saya punya dugaan," kata Pigai.

Pigai justru bersyukur ada sosok seperti Ambroncius Nababan dan Abu Janda, sehingga sisi-sisi lain yang tidak sempat diisi oleh negara dibuka dan dilawan oleh civil society, serta ada pihak juga yang memperbaiki keadaan negara. 

"Jadi orang yang seperti begini membantu ruang-ruang kosong, jendela-jendela kosong, rumah-rumah kosong yang tidak sempat diisi negara. Karena itu, mereka sudah saya kasih tahu semua, teman saya, tolong jaga dia (Abu Janda)," pesan Pigai.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Nazaruli