Netral English Netral Mandarin
banner paskah
10:08wib
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem mulai Rabu (14/4) hingga Kamis (15/4). Cuaca ekstrem ini diakibatkan Siklon Tropis Surigae. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyebut semua komponen utama yang digunakan dalam pengembangan Vaksin Nusantara diimpor dari Amerika Serikat.
Anwar Abbas: Banyak yang Mengaku Pancasilais Tapi Tindakannya Tak Sesuai Nilai Pancasila yang Berketuhanan

Senin, 08-Februari-2021 11:00

Anwar Abbas, Ketua PP Muhammadiyah.
Foto : Suara Muhammadiyah
Anwar Abbas, Ketua PP Muhammadiyah.
9

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ketua PP Muhammadiyah Anwar Abbas menyatakan bahwa pelaksanaan Hak Asasi Manusia (HAM) di Indonesia adalah yang sesuai dengan Pancasila dan juga Undang-undang Dasar 1945. Hal ini juga berlaku dalam setiap kebijakan untuk sistem pendidikan di tanah air.

Kata Anwar, pelaksanaan HAM di dalam negeri itu harusnya berpedoman pada nilai-nilai ketuhanan, bukan mengikuti HAM yang berlaku di negeri barat yang sekuler dan ateistik.

“Sila pertama (Pancasila) itu harus menyinari Sila kedua, karena itu tidak boleh ada konsep HAM yang bertentangan dengan Sila pertama. Oleh karena itu kalau kita bicara HAM di negeri ini, konsep HAM-nya bukan konsep HAM Barat yang sekuleristik dan ateistik, HAM kita adalah konstitusi, HAM yang sesuai dan dinapasi serta dijiwai oleh ajaran agama,” kata Anwar dalam Pengajian Ahad Pagi Masjid Attaqwa Patemon, Minggu (7/2/2021). 

Ia juga mengingatkan, segala pemahaman, pandangan, faham, dan ajaran yang bersifat sekuler, merupakan suatu kebijakan yang dapat diterapkan dalam dunia pendidikan.

Bagi Anwar, selain Pancasila, UUD 1945 dalam pasal 29 ayat 1 menjamin kebebasan enam agama warga bangsa sehingga dunia, pendidikan seharusnya menekankan pengajaran dan pengamalan agama bagi masing-masing pemeluknya.

“Jadi kalau kita bicara pendidikan, kita tidak boleh melakukan kebijakan yang mengarah pada tidak terbentuknya manusia yang beriman dan bertakwa, karena negara ini berdasar pada ketuhanan yang Maha Esa,” imbuh Anwar mengutip tujuan UU Sistem Pendidikan Nasional.

Ia bahkan mengaku miris dengan banyaknya orang yang mengaku Pancasilais, tetapi justru tindakan, pemahaman, dan kearifannya tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila yang berketuhanan.

“Karena itu menurut saya Pancasila (mereka) itu hanya ada di bibir, konstitusi itu hanya ada di bibir, tetapi dalam fakta dan kenyataannya tidak, saya bisa mengatakan banyak sekali Undang-Undang di negeri ini yang bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945,” ujarnya seperti dikutip netralnews dari laman muhammadiyah.id.

Reporter : Irawan HP
Editor : Irawan HP