Netral English Netral Mandarin
banner paskah
15:45wib
Isu reshuffle kabinet kian mengemuka pasca rencana penggabungan Kemenristek ke dalam Kemendikbud. Satgas Penanganan Covid-19 memastikan pengembangan vaksin Merah Putih tetap berjalan dan tidak terpengaruh peleburan Kemenristek dengan Kemendikbud.
Mengaku Nekad Gelar Konpers di Hambalang, PD Kubu Moeldoko: Dunia Akan Tau...

Jumat, 26-Maret-2021 10:20

Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat kubu Moeldoko, Max Sopacua
Foto : Antara
Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat kubu Moeldoko, Max Sopacua
15

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Partai Demokrat (PD) kubu Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko menggelar konferensi pers di Kompleks Hambalang Sport Center, Bogor, Jawa barat, Kamis (25/3/2021).

Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat kubu Moeldoko, Max Sopacua mengatakan, alasan pihaknya menggelar konferensi pers di lokasi itu karena kasus korupsi proyek Hambalang merupakan penyebab rontoknya elektabilitas Partai Demokrat.

"Kenapa kita buat di sini? Substansinya harus anda catat, tempat inilah, proyek inilah adalah salah satu bagian yang merontokkan elektabilitas Partai Demokrat ketika peristiwa-peristiwa itu terjadi," kata Max di Hambalang.

Pada kesempatan itu, Max membantah pernyataan sejumlah politisi Demokrat kubu Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang menuding dirinya dan para senior yang tergabung dalam Demokrat kubu Moeldoko sebagai perusak Demokrat.

"Kami para senior disebut teman-teman AHY sebagai perusak Demokrat. Ini manusia yang tidak punya hati dan tidak tau sejarah Demokrat. Kenapa mereka tidak bilang Hambalang ini perusak Demokrat," ujarnya.

Max menegaskan, justru kasus korupsi proyek Hambalang yang terjadi pada era Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan menjerat sejumlah eks petinggi Demokrat, merupakan awal mula terjadinya masalah besar di partai berlambang mercy itu.

"Di sinilah kami ingin membuka bahwa inilah Hambalang, awal pertama terjadinya masalah besar yang terjadi bagi Partai Demokrat. Datanglah ke Hambalang kita berbicara mengenai Hambalang, bukan berbicara mengenai data-data yang lain," ujarnya.

"Dunia akan tau bahwa kenapa kelompok KLB membuat konpers di Hambalang, ada apa di sana, hujan kok, naiknya juga susah?. Tapi kami nekad, kami tahu bahwa ini adalah bagian dari integral dari sejarah yang menentukan bagaimana Partai Demokrat itu mulai pelan-pelan turun, dari mulai 20,4 persen menjadi 10,2 persen, dan 7,3 persen, itu berturut turut," jelas Max.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Nazaruli