Netral English Netral Mandarin
14:42wib
Hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO) menunjukkan bahwa lebih dari 90 persen masyarakat setuju sekolah dan rumah ibadah dibuka kembali meski masih di tengah kondisi pandemi corona. Data pengguna Facebook yang mencapai 533 juta, baru-baru ini dikabarkan telah dicuri hacker. Facebook menyatakan, tak akan memberi tahu data siapa saja yang telah dicuri.
Mengakhiri 2020 dan Mengawali Tahun 2021 Tanpa Keramaian

Kamis, 31-December-2020 09:23

Ilustrasi Mengakhiri 2020 dan Mengawali Tahun 2021
Foto : Istimewa
Ilustrasi Mengakhiri 2020 dan Mengawali Tahun 2021
23

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pandemi Covid-19 telah merubah habitus menyambut Tahun Baru. Kerumunan dan segala bentuk pesta pora yang mengundang keramaian ditiadakan. Meski demikian, warga bisa rayakan di rumah masing-masing.

Himbauan, seruan, dan larangan ini berlaku di semua daerah. Tak hanya di Jawa, di Kalimantan pun demikian halnya.

Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol Rikwanto mengatakan masyarakat yang berkerumun di malam tahun baru bakal dites cepat (rapid test) antigen jika tak mau membubarkan diri.

"Kami tegas melarang adanya kerumunan di malam pergantian tahun nanti, kalau membandel langsung dites COVID-19," kata dia saat apel bersama pengamanan tahun baru di Banjarmasin, Rabu.

Rikwanto menekankan, pemerintah tidak main-main dalam upaya mencegah penyebaran COVID-19 khususnya di momen akhir tahun. Sehingga aparat tegas membubarkan setiap adanya kerumunan dalam bentuk apapun. Termasuk melarang adanya kumpul-kumpul di jalan dan konvoi kendaraan bermotor.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menyiapkan 10 ribu alat tes cepat antigen. Jika ditemukan hasilnya reaktif pada saat pemeriksaan malam pergantian tahun, maka orang yang bersangkutan langsung dibawa ke Bapelkes dan Asrama Haji untuk menjalani karantina.

"Tim gabungan TNI-Polri bersama Satpol PP dan Satgas COVID-19 nantinya melakukan patroli, kalau masih ada cafe-cafe yang buka maka langsung disegel sesuai Perwali Banjarmasin," tegas jenderal bintang dua itu.

Kapolda juga berpesan kepada anggota yang bertugas untuk tetap mengedepankan sikap humanis. Meski begitu, ketegasan dalam menegakkan aturan menjadi harga mati.

"Prinsipnya menjaga situasi kamtibmas tetap konduaif adalah hal utama. Kedua, mencegah bertambahnya kasus COVID-19 dari munculnya klaster tahun baru," tandasnya.

Sementara Gubernur Kalsel Sahbirin Noor mengimbau masyarakat di Bumi Lambung Mangkurat mematuhi apa yang sudah menjadi kebijakan pemerintah dalam upaya mencegah penyebaran COVID-19.

"Mari kita peduli sesama dengan patuh protokol kesehatan. Dengan sikap disiplin ini, kita optimis rantai pandemi dapat secepatnya diputus," katanya.

Turut hadir dalam apel bersama itu, Danrem 101/Antasari Brigjen TNI Firmansyah, Kabinda Kalsel Brigjen Pol Winarto, Danlanal Banjarmasin Kolonel Laut (P) Sandharianto dan Danlanud Sjamsudin Noor Kolonel Pnb M Taufiq Arasj.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto