Netral English Netral Mandarin
banner paskah
08:17wib
Hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO) menunjukkan bahwa lebih dari 90 persen masyarakat setuju sekolah dan rumah ibadah dibuka kembali meski masih di tengah kondisi pandemi corona. Data pengguna Facebook yang mencapai 533 juta, baru-baru ini dikabarkan telah dicuri hacker. Facebook menyatakan, tak akan memberi tahu data siapa saja yang telah dicuri.
Susun Skema THR Tahun 2021, Ini yang Dilakukan Menaker

Kamis, 18-Maret-2021 10:00

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziah.
Foto : Kemenaker
Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziah.
15

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) tengah berkoordinasi dengan kementerian/lembaga dan pihak-pihak terkait untuk meminta masukan terkait proyeksi kondisi dunia usaha menjelang dan pada saat lebaran 2021. Langkah itu diambil untuk menyusun kebijakan tunjangan hari raya (THR).

"Masukan dan informasi dari berbagai pihak tersebut akan dijadikan bahan untuk menentukan kebijakan tentang THR Tahun 2021," ujar Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziah dilansir dari CNN Indonesia, Kamis (18/3/2021).

Dalam rapat bersama Komisi IX DPR pada Selasa lalu, Ida mengatakan tengah menyiapkan kebijakan THR pada masa pemulihan pandemi covid-19 tahun ini.

"Kami akan menyempurnakan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Nomor 6 Tahun 2016 tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan dan Permenaker Nomor 7 Tahun 2016 tentang Uang Servis pada Usaha Hotel dan Usaha Restoran di Hotel," jelasnya.

Secara terpisah, Direktur Pengupahan Direktorat Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Ditjen PHI JSK) Kementerian Ketenagakerjaan Dinar Titus Jogaswitani membuka opsi perusahaan swasta untuk mencicil THR tahun ini seperti aturan tahun lalu.

Namun, keputusannya masih menunggu hasil pembahasan. Saat ini, Kemnaker juga masih mengkaji dan mengevaluasi pelaksanaan pembayaran THR tahun lalu.

"Masih dalam proses, masih dipelajari kondisi perusahaan sejauh mana terdampak covid-19. (Jika masih banyak perusahaan terdampak covid-19), mungkin saja (aturan THR seperti 2020)," ungkap Dinar.

 

Reporter : Widita Fembrian
Editor : Widita Fembrian