Netral English Netral Mandarin
banner paskah
02:34wib
Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya akan menggunakan 17 titik periksa yang sebelumnya disiapkan untuk pengamanan mudik sebagai pos pemeriksaan Surat Izin Keluar-Masuk. Dua hari ke depan diperkirakan akan terjadi lonjakan masyarakat yang nekat mudik Idulfitri 2021.
Menag: Segala Aktivitas Ibadah Selama Ramadan Harus Tetap Terapkan Prokes

Selasa, 13-April-2021 07:40

Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas (Gus Yaqut)
Foto : Istimewa
Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas (Gus Yaqut)
9

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pemerintah menetapkan 1 Ramadan 1442 Hijriah jatuh pada Selasa (13/4/2021). Ini adalah kali kedua umat muslim Indonesia memasuki bulan suci Ramadan di tengah pandemi.

Terkait hal itu, Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas mengingatkan seluruh masyarakat agar tetap menjaga dan menerapkan protokol kesehatan (prokes) selama Ramadan. 

"Ramadan tahun ini masih dalam situasi pandemi. Segala bentuk aktivitas ibadah selama Ramadan harus tetap menerapkan protokol kesehatan dan 5M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas)," pesan Menag Yaqut di Jakarta, Senin (12/4/2021). 

Menag mengatakan, kedisiplinan adalah bentuk pengendalian nafsu sebagaimana yang diajarkan oleh spirit Ramadan.

"Kedisiplinan dalam penerapan prokes juga menjadi ikhtiar bersama untuk menjaga kesehatan diri, keluarga, dan juga masyarakat," ujarnya.

"Dengan keberkahan Ramadan, semoga pandemi Covid-19 ini segera berlalu," ucap Gus Yaqut, sapaan akrab Yaqut Cholil.

Sebelumnya, Menag telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) nomor 4 tahun 2021 tentang Panduan Ibadah Ramadan dan Idul Fitri 1442H/2021M.

"Panduan ini tidak berlaku bagi mereka yang berada di zona oranye dan zona merah. Bagi mereka yang berada di zona itu, harap beribadah di rumah saja," jelasnya. 

"Sedangkan bagi mereka yang berada di zona kuning dan zona hijau silakan melaksanakan ibadah tarawih di masjid atau musala tapi tetap dengan menerapkan protokol kesehatan," tegas Gus Yaqut. 

Selain itu, Menag juga mengajak umat untuk menjadikan bulan suci Ramadan sebagai momentum pendidikan jiwa agar menjadi umat beragama yang memiliki tepo sliro atas berbagai perbedaan dan memuliakan sesama untuk Indonesia yang lebih baik.

"Ramadan adalah kesempataan untuk menata diri menjadi pribadi yang lebih baik lagi," tutur Gus Yaqut.

"Marhaban Ya Ramadhan. Selamat menunaikan ibadah puasa. Taqabbalallahu minna waminkum, shiyamana wa shiiyamakum. Semoga Allah menerima ibadah puasa, dan mengabulkan segala do’a kita," pungkasnya. 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sesmawati