Netral English Netral Mandarin
banner paskah
11:00wib
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem mulai Rabu (14/4) hingga Kamis (15/4). Cuaca ekstrem ini diakibatkan Siklon Tropis Surigae. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyebut semua komponen utama yang digunakan dalam pengembangan Vaksin Nusantara diimpor dari Amerika Serikat.
Fahri Ungkap jika Mayor Menerjang Jenderal dan Menang Itu Baru Hebat, tapi kalau Dizalimi Harus...

Senin, 08-Maret-2021 08:00

Fahri Hamzah
Foto : Geotimes
Fahri Hamzah
13

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Politikus PKS, Fahri Hamzah menanggapi polemik Partai Demokrat. Menurutnya, sosok AHY melawan Moeldoko jika menang, itu baru namanya hebat.

"Jenderal Bintang 4 vs Mayor. Kalau jenderal menang ya wajar. Tapi kalau sang mayor menerjang jenderal dan menang itu hebat..! Bisa2 semua pangkat di atas mayor ditiadakan," kata Fahri, Minggu malam (7/3/21).

"Tapi kalau anda dizalimi, tugas anda melawan!" lanjutnya.

"Kasus yang terjadi pada Partai Demokrat ini harus menjadi momentum evaluasi total tentang peran partai politik ke depan. Karena parpol semakin sibuk dengan dirinya sendiri menyeret organisasi negara sibuk dengan dirinya sendiri. Rakyat bertanya, “kami diurus siapa?” tegas Fahri.

Sementara secara terpisah sebelumnya diberitakan, kisruh di tubuh Partai Demokrat terus bergulir. Suasana 'panas' pun terasa hingga ke media sosial. Melalui sebuah postingan, warganet mempercai Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai Ketua Demokrat secara konstitusional.

Voting warganet sendiri bermula saat akun twitter, @adriCB88 mencuitnya dengan memposting voting ketum demokrat secara konstisional. Jika memilih AHY tekan tombol retweet, jika pilih Moeldoko tekan tombol ‘love/suka’.

“Menurut Anda siapakah diantara kedua Tokoh ini yang bnr2 secara Konstitusional sebagai Ketua Partai Demokrat? Pilihan Anda”,” tanya akun tersebut. 

Lebih dari 2.000 pengguna Twitter telah memberikan pilihan. Kebanyakan mereka memilih AHY sebagai Ketum Demokrat, yakni 2.100 retweet, sementara Moeldoko  disukai 231 kali.  

Di antara warganet yang memilih ada pula yang mengomentari sikap Menko Polhukam Mahfud MD yang dinilai sebagai wasit kekisruhan ini. 

“Putra mahkota cikeas lawan bapak mahkota istana ,,, serulah nunggu bola panas menkumham,” tulis akun Twitter bernama Aditya G.  

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto