Netral English Netral Mandarin
banner paskah
11:04wib
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Inspektur Jenderal Istiono bakal memberi sanksi dua kali lipat kepada personelnya yang kedapatan meloloskan pemudik pada 6-17 Mei 2021 mendatang. Presiden Joko Widodo meminta semua anggota Kabinet Indonesia Maju dan pimpinan lembaga tinggi negara untuk tidak mengadakan acara buka puasa bersama di tengah pandemi virus corona (Covid-19).
Marzuki dan Max Marah Dituduh Ikut Kudeta, DS: Pak Jokowi Tolong Pisahin Pak, Pada Gelut Di Dalem

Selasa, 02-Februari-2021 19:00

Pegiat Media Sosial Denny Siregar
Foto : Istimewa
Pegiat Media Sosial Denny Siregar
6

JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Pegiat media sosial Denny Siregar ikut mengomentari kisruh yang terjadi di kubu Partai Demokrat. Sebelumnya Ketum PD, Agus harimurti Yudhoyono berkoar bahwa ada pihak yang mencoba mengkudeta dirinya dari pucuk pimpinan partai dan salah satunya adalah menteri dari kabinet Presiden Joko Widodo yang belakangan terungkap adalah Moeldoko.

Selain Moeldoko, dua nama mantan kader PD yaitu Marzuki Alie dan Max Sopacua juga disebut oleh Syarif Hasan sehingga membuat keduanya marah. Melihat drama yang terjadi di kubu PD, Denny pun melontarkan sindirannya.

“Pak @jokowi... Pisahin, pak. Pada gelut di dalem..” tulis Denny di akun Twitternya, Selasa (2/2/2021).

Sebelumnya, Marzuki Alie menyebut tuduhan tersebut fitnah. bahkan, Marzuki menyebut Syarif Hasan orang yang tidak tahu terima kasih.

“Otak itu taruh di kepala jangan di dengkul. Kasih tahu Syarif, dia itu manusia enggak ada merasa terima kasih, hanya karena mau mendapat kedudukan dengan melakukan fitnah-fitnah yang keji,” kata Marzuki seperti dilansir dari Merdeka, Selasa (2/2).

Sebelumnya, Syarief Hasan mengungkap orang-orang yang disebut hendak melakukan upaya kudeta. Selain Marzuki dan Max, mantan Bendum Demokrat, Nazaruddin juga ikut diseret. Ada juga nama anggota DPR dari Demokrat Johnny Allen Marbun.

Marzuki mengaku paham betul sifat dari Syarief Hasan. Hal ini yang membuat SBY merasa tak senang dengan Marzuki Alie.

“Semua yang dikatakannya dengan SBY tentang saya, saya tahu semua, itu yang membuat sSBY merasakan bahwa saya ini yang ambisi untuk mengantikannya,” ucapnya.

Sementara Max Sopacua menegaskan, dirinya tidak terlibat rencana kudeta.

"Orang saya enggak ngerti apa-apa, saya tegaskan saya enggak tahu apa-apa. Saya di rumah saja menghindar Covid, tiba-tiba nama saya disebut, otaknya di mana," jelas Max.

Dia pun kesal dengan tuduhan Syarief Hasan tersebut.

"Kalau bicara politik obeservasi dulu baru bacot, jangan asal bacot. Di mana saya bertemu Moeldoko?" kata Max.

Reporter : Dimas Elfarisi
Editor : Sesmawati