Netral English Netral Mandarin
banner paskah
18:39wib
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Inspektur Jenderal Istiono bakal memberi sanksi dua kali lipat kepada personelnya yang kedapatan meloloskan pemudik pada 6-17 Mei 2021 mendatang. Presiden Joko Widodo meminta semua anggota Kabinet Indonesia Maju dan pimpinan lembaga tinggi negara untuk tidak mengadakan acara buka puasa bersama di tengah pandemi virus corona (Covid-19).
Marzuki Alie cs Cabut Gugatan, Kubu AHY: Mereka Takut Jejak Kudeta Dibuka di Persidangan

Rabu, 24-Maret-2021 17:04

Ketua Bappilu Partai Demokrat Andi Arief
Foto : Istimewa
Ketua Bappilu Partai Demokrat Andi Arief
7

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ketua Bappilu Partai Demokrat Andi Arief kembali menyoroti langkah sejumlah eks politisi Demokrat yang mengkudeta kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) lewat Kongres Luar Biasa (KLB) di Deli Serdang, Sumatera Utara pada (5/3/2021) lalu.

Andi menyinggung soal keputusan KLB yang menetapkan Moeldoko sebagai Ketua Umum Partai Demokrat periode 2021-2025 dan menyatakan kepemimpinan AHY demisioner.

Menurut Andi, keputusan KLB itu sama juga dengan tidak mengakui negara dalam hal ini Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) yang telah mengesahkan kepengurusan AHY dan AD/ART hasil Kongres V Demokrat pada 15 Maret 2020 lalu.

"Menyatakan Demokrat pimpinan AHY Demisioner sama juga gak mengakui negara/Menkumham yang mengesahkan tahun 2020 dan belum ada pencabutan," tulis Andi di akun Twitternya, Rabu (24/3/2021).

Atas dasar itulah, Andi Arief menilai kubu KLB, Marzuki Alie cs mencabut gugatan terhadap AHY di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, lantaran takut jejak kudeta mereka terhadap Demokrat pimpinan AHY dibuka di persidangan.

Diketahui, Marzuki Alie cs menggugat AHY ke PN Jakarta Pusat pada (3/3) karena tak terima dengan keputusan AHY memecat mereka pada akhir Februari lalu. Namun, sejak Senin (23/3) kemarin, Marzuki cs sudah menarik gugatan tersebut.

"Jadi menurut saya mereka mencabut gugatan karena gak siap bersidang, karena takut jejak kudeta dibuka di persidangan," cuit @Andiarief_.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Nazaruli