Netral English Netral Mandarin
banner paskah
06:34wib
Isu reshuffle kabinet kian mengemuka pasca rencana penggabungan Kemenristek ke dalam Kemendikbud. Satgas Penanganan Covid-19 memastikan pengembangan vaksin Merah Putih tetap berjalan dan tidak terpengaruh peleburan Kemenristek dengan Kemendikbud.
Mardani Protes Keras: HRS Sudah Ikut Aturan, Saatnya Aparat Mendengar Permintaan HRS, Jangan Dzolim! 

Sabtu, 20-Maret-2021 11:31

Politikus PKS, Mardani Ali Sera
Foto : dpr.go
Politikus PKS, Mardani Ali Sera
12

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Politikus PKS, Mardani Ali Sera memprotes keras dan mendesak aparat hukum mendengar apa yang diharapkan Habib Rizieq Shihab mengingat selama ini HRS sudah taat mengikuti proses hukum. Ia berharap aparat jangan dzolim.

“Hukum sejatinya mencari keadilan, jika ada keberatan harap diperhatikan. Manusia punya hak utk didengar. HRS sdh ikut aturan2 & proses tersangka. Dan skrg saatnya aparat mendengar apa harapan & permintaan HRS. Jgn ada Pemaksaan & intimidasi. Penuhi hak semua pihak. #JanganDzolim,” kata Mardani, Sabtu (20/3/21).

“Beliau berulang2 bilang selalu menghormati sidang dan siap ikut sidang kapan saja secara Offline, beliau menolak dan keberatan secara online karena banyak permasalah2 teknis signal, komunikasi, suara, dll yg bisa berpengaruh terhadap putusan. HRS sampaikan hak nya. Dengarlah,” imbuhnya.

Sebelumnya diberitakan, sidang perkara kerumunan dengan terdakwa Habib Rizieq Shihab (HRS) dilanjutkan secara daring pada Jumat (19/3). Dalam kesempatan itu, HRS merasa terpaksa mengikuti sidang virtual tersebut.

Bahkan, dalam pengakuannya HRS mengaku didorong dan dan dihinakan untuk mengikuti sidang daring tersebut. "Saya didorong, saya tidak mau hadir sampaikan pada majelis hakim, saya tidak ridha dunia akhirat, saya dipaksa, saya dihinakan," kata HRS menegaskan di ruang sidang Bareskrim pada Jumat (19/3).

Dalam kesempatan itu, HRS menyampaikan, dia tidak ingin mengikuti sidang daring. Kemudian, setelah tertunda beberapa menit, HRS terpaksa mengikuti sidang daring tersebut. Namun, tokoh Front Pembela Islam tersebut berkeras meminta walk out dari ruang sidang dan mempersilakan sidang tetap berjalan meski tanpa kehadirannya.

"Silakan majelis hakim melanjutkan persidangan tanpa saya karena saya tidak menghendaki secara online. Saya siap menunggu di dalam sel terserah ingin divonis berapa tahun," ujar HRS menerangkan.

Menanggapi hal itu, majelis hakim tetap mempersilakan jaksa penuntut umum (JPU) membacakan surat dakwaan. Majelis hakim juga meminta HRS mematuhi persidangan. Karena, persidangan tersebut merupakan kesempatannya memperoleh keadilan. Ia juga menyatakan, jika HRS tidak mematuhi persidangan, akan dipaksa untuk hadir.

"Habib saya minta ini digunakan betul untuk memperoleh keadilan, untuk memperoleh hak-haknya sebagai terdakwa, ini ada di sini Habib. Karena itu, saya mohon kepada Habib, tolong patuhi semua perintah di persidangan ini," ujar Hakim ketua Suparman dinukil Republika.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto