Netral English Netral Mandarin
banner paskah
10:01wib
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Inspektur Jenderal Istiono bakal memberi sanksi dua kali lipat kepada personelnya yang kedapatan meloloskan pemudik pada 6-17 Mei 2021 mendatang. Presiden Joko Widodo meminta semua anggota Kabinet Indonesia Maju dan pimpinan lembaga tinggi negara untuk tidak mengadakan acara buka puasa bersama di tengah pandemi virus corona (Covid-19).
Mardani Ali Sebut Pembubaran Ormas sebagai Pengalihan Isu Masalah Bangsa

Kamis, 31-December-2020 11:40

Mardani
Foto : PKS Go.id
Mardani
12

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Anggota DPR RI Fraksi PKS, Mardani Ali Sera menyebut pembubaran ormas Front Pembela Islam (FPI) sebagai pengalihan isu dari beberapa permasalah bangsa saat ini.

Hal tersebut dikatakan Mardani Ali dalam cuitannya diakun Twitternya pribadinya. Mardani Ali membeberkan beberapa permasalahan bangsa, mulai dari merajalelanya korupsi, bagi-bagi jabatan hingga kesenjangan sosial.

Dengan memberikan hasteg #menolaklupa, Mardani mengatakan dialihkannya isu ke ormas agar masyarakat lupa.

"Masalah Bangsa Saat Ini: Korupsi merajalela, Covid terus meningkat, Utang negara meroket, Bagi2 jabatan, Dimana2 byk Pengangguran & PHK, Ekonomi anjlok, Rajin impor, OPM, TKA Ketidakadilan/HAM, Kesenjangan sosial DII," tulis Mardani Ali dalam akun pribadinya.

"Dialihkan isu ke Ormas agar masyarakat lupa. #menolaklupa," lanjut dia.

Cuitan Mardani Ali dalam akun Twitternya ini sekaligus menanggapi pernyataan Menko Polhukam Mahfud MD yang menegaskan pembubaran ormas FPI, Rabu (30/12/2020) kemarin.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud MD menyatakan pemerintah menghentikan kegiatan dan aktivitas FPI dalam bentuk apapun.

"Pemerintah melarang aktivitas FPI dan menghentikan setiap kegiatan yang akan dilakukan karena FPI tak lagi mempunyai legal standing baik sebagai ormas maupun sebagai organisasi biasa," kata dia saat jumpa pers di Kantor Kemenko Polhukam, Rabu siang. 

Reporter : Wahyu Praditya P
Editor : Sulha Handayani