Netral English Netral Mandarin
banner paskah
18:00wib
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem mulai Rabu (14/4) hingga Kamis (15/4). Cuaca ekstrem ini diakibatkan Siklon Tropis Surigae. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyebut semua komponen utama yang digunakan dalam pengembangan Vaksin Nusantara diimpor dari Amerika Serikat.
Manuver Moeldoko di Demokrat dan Dampaknya Terhadap Jokowi

Sabtu, 06-Maret-2021 22:35

Moeldoko menyampaikan pidato perdana saat Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat di The Hill Hotel Sibolangit, Deli Serdang, Sumatera Utara, Jumat (5/3/2021).
Foto : Antara
Moeldoko menyampaikan pidato perdana saat Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat di The Hill Hotel Sibolangit, Deli Serdang, Sumatera Utara, Jumat (5/3/2021).
20

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pengamat politik Wempy Hadir menilai, tidak menutup kemungkinan terjadi perubahan konstelasi politik di Partai Demokrat setelah Moeldoko terpilih menjadi Ketua Umum Demokrat versi Kongres Luar Biasa (KLB) di Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut) pada Jumat (5/3/2021) kemarin.

Namun demikian, lanjut Wempy, perubahan konstelasi politik itu membutuhkan waktu yang cukup panjang. Pasalnya, yang mempunyai legalitas secara hukum adalah Demokrat yang dipimpin oleh Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

"Dengan terpilihnya Moeldoko sebagai Ketua Umum Demokrat versi KLB, bisa terjadi perubahan konstelasi politik. Tapi mungkin saja membutuhkan waktu yang cukup panjang. Sebab bagaimana pun juga, yang masih mempunyai legalitas secara hukum adalah Demokrat yang dipimpin oleh AHY," kata Wempy kepada netralnews.com, Sabtu (6/3/2021).

Soal Moeldoko sendiri, Wempy menduga mantan Panglima TNI bakal dicopot dari jabatannya sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP) jika nantinya kepengurusan Demokrat versi KLB Sumut berhasil memperoleh kekuatan secara hukum.

"Kalau Moeldoko dan punggawa Demokrat versi KLB berhasil memperoleh kekuatan secara hukum, maka saya menduga posisi KSP akan dilakukan reshuffle dan Moeldoko akan diganti," ujar Direktur Indopolling Network itu.

Lebih lanjut, Wempy menilai, digelarnya KLB Demokrat dan dipilihnya Moeldoko menjadi ketua umum, juga berdampak terhadap pemerintahan Joko Widodo (Jokowi).

"Dampak yang saya maksud adalah bisa terjadi ada dugaan bahwa Istana memberikan sinyal positif atas terpilihnya Moeldoko sebagai Ketua Umum Demokrat. Jika itu yang terjadi, maka bisa melebarkan jarak antara Jokowi dengan Cikeas (kubu Susilo Bambang Yudhoyono)," pungkasnya.

Seperti diberitakan, KLB Demokrat di Deli Serdang, Sumatera Utara, Jumat (5/3/2021) yang diprakarsai oleh sejumlah kader yang telah dipecat Partai Demokrat, menetapkan Moeldoko sebagai Ketua Umum Partai Demokrat periode 2021-2025.

"Memutuskan, menetapkan Jenderal (Purn) Moeldoko sebagai Ketua Umum Partai Demokrat periode 2021-2025. Setuju?," tanya pimpinan rapat, Johnny Allen Marbun yang dijawab 'setuju' oleh peserta KLB.

Dalam KLB itu, juga diputuskan bahwa kepengurusan Partai Demokrat dengan Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono dinyatakan demisioner. 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sesmawati