Netral English Netral Mandarin
07:14wib
Hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO) menunjukkan bahwa lebih dari 90 persen masyarakat setuju sekolah dan rumah ibadah dibuka kembali meski masih di tengah kondisi pandemi corona. Data pengguna Facebook yang mencapai 533 juta, baru-baru ini dikabarkan telah dicuri hacker. Facebook menyatakan, tak akan memberi tahu data siapa saja yang telah dicuri.
Mahfud MD: Pemerintah Tak Pernah Anggap Din Syamsudin Penganut Radikalisme 

Sabtu, 13-Februari-2021 17:00

Menkopulhukam Mahfud MD
Foto : Istimewa
Menkopulhukam Mahfud MD
15

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Menkopulhukam Mahfud MD menilai kalau  tokoh Muhammadiyah Din Syamsudin bukan penganut radikalisme. Pemerintah pun punya anggapan sama.

Mahfud menambahkan kalau Din Syamsudin merupakan penganut moderasi dalam beragama sesuai dengan sikap Muhammadiyah.

"Pemerintah tdk prnh menganggap Din Syamsuddin radikal atau penganut radikalisme. Pak Din itu pengusung moderasi beragama (Wasathiyyah Islam) yg jg diusung oleh Pemerintah. Dia jg penguat sikap Muhammadiyah bhw Indonesia adl "Darul Ahdi Wassyahadah". Beliau kritis, bkn radikalis," tulisnya seperti dilansir di Jakarta, Sabtu (13/2/2021).

Seperti dilansir, Sejumlah alumni Institusi Teknologi Bandung (ITB) yang tergabung dalam Gerakan Anti Radikalisme (GAR) mendesak KASN untuk memberi sanksi kepada Din Syamsuddin.

Prof Din Syamsuddin saat ini masih tercatat sebagai ASN dengan jabatan dosen di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta dan status di ITB sebagai anggota Majelis Wali Amanat (MWA).

Reporter : PD Djuarno
Editor : Sesmawati