Netral English Netral Mandarin
banner paskah
15:58wib
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem mulai Rabu (14/4) hingga Kamis (15/4). Cuaca ekstrem ini diakibatkan Siklon Tropis Surigae. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyebut semua komponen utama yang digunakan dalam pengembangan Vaksin Nusantara diimpor dari Amerika Serikat.
Mahasiswa Geruduk Kantor DPP Demokrat, Andi Arief: Kesalahpahaman Bisa Cepat Diatasi...

Selasa, 16-Maret-2021 05:21

Andi Arief
Foto : Istimewa
Andi Arief
19

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ketua Bappilu Partai Demokrat, Andi Arief merespons aksi mahasiswa di depan Kantor DPP Partai Demokrat pada Senin (15/3/2021) malam.

Melalui akun Twitternya, Andi Ariefmengucapkan terima kasih karena mahasiswa sudah membubarkan diri.

"Terima kasih temen-temen mahasiswa yang sudah membubarkan diri dari depan kantor dpp DEMOKRAT," cuit @AndiArief_ID, pukul 20.40 WIB.

Soal tuntutan mahasiswa yang menolak dicatut dalam kepentingan politik Partai Demokrat, Andi menyebut bahwa ada kesalahpahaman dalam hal itu namun semua bisa diatasi.

Andi pun berharap, kedepannya hubungan baik antara Partai Demokrat dan mahasiswa tetap terjaga.

"Kesalahpahaman bisa cepat diatasi, semoga ke depan hubungan kita tetap terjaga," kata @AndiArief_ID.

Sebelumnya diberitakan, sejumlah massa yang mengatasnamakan mahasiswa menggeruduk Kantor DPP Partai Demokrat di Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat pada Senin (15/3/2021) malam.

Video aksi massa itu beredar luas di media sosial, salah satunya diunggah akun YouTube Semut Rang-rang dengan judul 'Kantor Demokrat Digeruduk, Sedang Berlangsung'.

Dalam video berdurasi 5 menit 21 detik itu, terlihat massa berupaya merangsek ke dalam gedung dengan mendorong pintu pagar. Tampak juga sejumlah orang menyiram petugas yang berjaga di dalam Kantor DPP Demokrat menggunakan air mineral.

Sementara beberapa petugas keamanan di Kantor DPP Demokrat berusaha menghadang dan menenangkan massa aksi di depan gerbang.

Dalam orasinya, massa yang mengaku mahasiswa itu menyatakan bahwa sebagai lembaga pendidikan yang independen, mereka menolak pencatutankelompok mahasiswa dalam kepentingan politik Partai Demokrat.

"Kami adalah lembaga pendidikan yang independen, tidak boleh terlibat dalam kepentingan apapun, apalagi kepentingan partai politik," kata salah satu orator menggunakan pengeras suara.

"Ingat kami tidak ingin nama kampus- kampus kami tercantum dalam kepentingan politik," tegas si orator.

Sementara orator lainnya mengancam bakal menggeruduk Kantor DPP Demokrat dengan jumlah massa yang lebih besar. ’’Kami akan melakukan aksi bersar- besaran di sini, karena sudah mencantumkan nama kampus saya,’’ ujarnya.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sesmawati