Netral English Netral Mandarin
banner paskah
05:48wib
Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin, Senin (10/5/2021), mengumumkan lockdown atau penerapan perintah kontrol pergerakan (MCO) di seluruh wilayah negara untuk mencegah penyebaran Covid-19. Kementerian Agama akan menggelar sidang isbat atau penetapan 1 Syawal 1442 Hijriah pada hari ini, Selasa (11/5) secara daring dan luring.
Luqman Sebut Yahya Waloni Menyesatkan Umat, Merusak Harkat dan Martabat Islam

Jumat, 09-April-2021 06:21

penceramah Ustaz Yahya Walon
Foto : Istimewa
penceramah Ustaz Yahya Walon
10

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Luqman Hakim menilai sosok seperti penceramah Ustaz Yahya Waloni bukan saja menyesatkan umat, tapi juga merusak harkat dan martabat Islam.

Hal tersebut disampaikan Luqman mengomentari pemberitaan salah satu media daring soal ceramah Yahya Waloni yang mendoakan ulama kharismatik KH Quraish Shihab agar cepat mati lantaran mendukung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

"Orang macam Yahya Waloni ini bukan hanya menyesatkan umat, tapi juga merusak harkat dan martabat Islam," tulis Luqman di akun Twitternya, seperti dilihat netralnews.com, Jumat (9/4/2021).

Wakil Ketua Komisi II DPR itu menambahkan, orang seperti Yahya Waloni mencoreng wajah Islam.

"Di tangan orang macam ini, wajah Islam menjadi bengis, brutal dan penuh kebencian," cuit @LuqmanBeeNKRI.

Cuitan Luqman itu ramai dikomentari netizen. Banyak netizen yang sepakat dengan pendapat Luqman, sementara netizen lainnya mempertanyakan mengapa sosok seperti Yahya Waloni masih dibiarkan berceramah dan tidak ditindak oleh aparat.

Berikut beberapa komentar netizen, seperti dilihat di akun Twitter @LuqmanBeeNKRI.

"Dia pun masih tetap dakwah dengan sebebas-bebasnya @CCICPolri blom juga bertindak!! @DivHumas_Polri sampe kapan pak????" kata @moiher**.

"Anehnya dia masih bisa gentayangan menebar kebencian dan provokasi, banyak yang dengerin dan jadi pengikutnya pula," ujar @starrky**.

"Semoga yang pernah ikut tausiahnya cepat sadar kalau Yahya Waloni itu sesaat, karena bukanlah sosok panutan yang baik," tulis @niniek_saku**.

"Mengaku ulama tapi menyesatkan, apakah @MUIPusat mengijinkan hal seperti ini?" tanya @akoesukasa**.

"Nuwun sewu, masalahnya kok ya banyak yang suka mendengarkan ucapannya Pak.Di youtube saya lihat viewnya setiap video mencapai ribuan, ada yang sekian M.Selama orang-orang masih suka kontroversi, tokoh-tokoh seperti ini akan selalu ada," komentar @paker**.

"@MUIPusat g ada respon sama sekali. Padahal si waloni itu bisa jadi perusak citra Islam yang dikenal toleran, humanis & luwes," tulis @agungrosid**.

"Alhamdulillah, jazaakallah Pak Luqman, memang perlu dikecam kelompok intoleran seperti si yahya ini, sebagai bentuk pembelaan untuk NKRI yang kita cintai," kata @rinra**.

"Herannya para ulama kok pada diam saja lihat kelakuan si Waloni? Sementara terhadap orang yang beda agama sedikit- sedikit dianggap nista agama. Bijimane ini bro?" tanya @Rockgar**.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sesmawati