Netral English Netral Mandarin
13:43wib
Hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO) menunjukkan bahwa lebih dari 90 persen masyarakat setuju sekolah dan rumah ibadah dibuka kembali meski masih di tengah kondisi pandemi corona. Data pengguna Facebook yang mencapai 533 juta, baru-baru ini dikabarkan telah dicuri hacker. Facebook menyatakan, tak akan memberi tahu data siapa saja yang telah dicuri.
Lukas Enembe tak Izin ke Papua Nugini, Pigai Bandingkan Pejabat RI Diam-diam Berjudi ke Singapura

Selasa, 06-April-2021 10:30

Aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai
Foto : Istimewa
Aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai
4

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Mantan Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai menanggapi kepergian Gubernur Papua Lukas Enembe ke Papua Nugini.

Terkait kepergian Lukas, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyatakan kepergian Lukas yang tak berizin sebuah kesalahan.

Pigai pun membandingkan dengan adanya pejabat RI yang pergi diam-diam ke Singapura untuk berjudi, bertemu pengusaha jahat atau keperluan lainnya.

Kepergian para pejabat tersebut tak pernah dipermasalahkan. Sementara kepergian Lukas sebagai warga Papua untuk berobat diributkan.

"Sy jg lihat Pejabat RI ke Singapura diam2, Judi, ketemu pengusaha jahat, bagi uang rapok, Simpan uang korupsi, bawa wanita2 simpanan tp tdk pernah ada yg ributkan," kata Pigai dalam akun Twitternya.

"Lukas berobat ke PNG sbg warga Papua diributkan," lanjut dia.

Pigai menyebut kepergian Lukas yang dipermasalahkan bentuk dari Papuaphobia dan Rasisme. "Ini yg namanya Papua phobia dan Rasisme," ujar Pigai.

Sebelumnya Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyebut Gubernur Papua Lukas Enembe tak mengajukan izin terkait perjalanannya ke Papua Nugini.

Sebagaimana diketahui Lukas Enembe dideportasi dari Papua Nugini karena masuk ke negara tetangga tersebut menggunakan angkutan ojek melalui jalur tradisional dan dianggap ilegal.

"Sampai hari ini Pak Gubernur (Lukas Enembe) tidak pernah mengajukan izin ke Kemendagri, tidak pernah. Kalau memang urgent sekali, komunikasi dengan saya sebagai otoritas yang memberikan izin, setelah itu surat menyusul. Makanya saya mau temui," kata Tito di Jayapura, Senin (5/4/2021).

Tito menegaskan, sebenarnya pihak Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tidak pernah menghalangi seorang kepala daerah yang mengajukan izin berobat.

Lagipula, Tito mengetahui kondisi kesehatan Lukas Enembe yang belum sembuh total dari penyakitnya.

Ya, diketahui pula Lukas Enembe ke Papua Nugini lantaran ingin berobat terapi sakit kakit yang dideritanya. Beberapa kali, kata Tito, Lukas juga berobat di rumah sakit di Jakarta.

Reporter : Wahyu Praditya P
Editor : Sesmawati