Netral English Netral Mandarin
banner paskah
05:49wib
KontraS menyatakan selama 100 hari kepemimpinan Jenderal Listyo, kondisi penegakan hukum dan HAM yang dilakukan oleh kepolisian tak kunjung membaik. Pemerintah Nepal tengah kelabakan karena jumlah kasus infeksi virus corona di negara itu melonjak 57 kali lipat, akibat penyebaran virus jenis mutasi dari India.
Luhut Sebut OTT Tak Buat Koruptor Kapok, FH: KPK Perlu Evaluasi

Selasa, 13-April-2021 17:00

Ferdinand Hutahaean
Foto : Istimewa
Ferdinand Hutahaean
8

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Eks politisi Partai Demokrat, Ferdinand Hutahean dalam akun Twitter menyoroti kinerja Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Menurutnya, dalam mengatasi kejahatan korupsi, KPK seharusnya mengutamakan pencegahan. Dengan demikian, tak ada uang rakyat yang hilang di maling.

"Sejak lama kita berharap agar @KPK_RI mengutamakan pencegahan spy uang rakyat tidak hilang dimaling oleh koruptor," kata Ferdinand dalam akun Twitternya. 

Dirinya pun menyebut pernyataan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan soal OTT KPK tak membuat koruptor jera, sebagai realita tak terbantahkan.

 

Ferdinand pun meminta pemerintah untuk secepatnya mengevaluasi kinerja KPK.

"Apa yg disampaikan oleh pak Luhut ini adalah realita tak terbantahkan. Banyak yg tertangkap, tp korupsi terus terjadi. KPK perlu evaluasi," lanjut dia  

Sebelumnya Luhut Binsar Panjaitan menyatakan pencegahan korupsi harus lebih digalakkan di Indonesia karena penindakan yang dilakukan KPK melalui Operasi Tangkap Tangan (OTT) tidak membuat koruptor kapok. 

"Itu (pencegahan) menurut saya hal yang sangat penting, tidak sekadar OTT. Kita lihat, OTT sendiri pun, menurut saya, buahnya tidak seperti yang kita harapkan di mana orang jadi kapok, tidak juga," ujar Luhut.

Luhut menambahkan dalam melakukan pencegahan korupsi pun upaya yang dilakukan tidak boleh asal. Upaya pencegahan perlu disusun lebih rinci dan dilaksanakan dengan koordinasi yang baik antar kementerian/lembaga.

Itu harus dilakukan karena banyak tindak korupsi yang terjadi selama ini karena celahnya tidak dicegah secara maksimal.

"Ini bagaimana kita lakukan supaya tidak banyak korupsi di Indonesia yang sebenarnya peluang itu terjadi karena kesalahan kita semua juga. Kita jangan biarkan orang terjerumus kalau kita masih bisa ingatkan," sambungnya.

Reporter : Wahyu Praditya P
Editor : Nazaruli