Netral English Netral Mandarin
banner paskah
23:49wib
Indonesia Corruption Watch menilai pengelolaan internal Komisi Pemberantasan Korupsi sudah bobrok. Kapal selam KRI Nenggala-402 yang hilang kontak saat melakukan latihan di perairan Bali karam di kedalaman 600-700 meter.
Luar Biasa, Obat Arthritis Tocilizumab Mampu Mengurangi Kematian Akibat Covid-19 

Jumat, 12-Februari-2021 10:20

Obat Arthritis Tocilizumab
Foto : SehatQ
Obat Arthritis Tocilizumab
13

INGGRIS, NETRALNEWS.COM - Obat Arthritis Tocilizumab dinilai mampu mengurangi kematian akibat Covid-19. Berdasarkan pengalaman, untuk setiap 25 pasien yang diobati dengan tocilizumab, bersama dengan steroid yang sudah diberikan secara rutin, tambahan nyawa akan diselamatkan, kata para ahli. 

Beberapa rumah sakit disebut tengah  melakukan tindakan ini. Selain meningkatkan kelangsungan hidup dan waktu pemulihan, ini dapat menghindari pasien yang perlu dipindahkan ke perawatan intensif, kata para dokter National Healt Service (NHS) di Inggris.

Wendy Coleman (62) menerima perawatan tahun lalu, ketika dia dirawat di Rumah Sakit Kerajaan Chesterfield dengan Covid-19 yang parah. Dia mengaku kesulitan bernapas dengan sangat buruk dan hampir ditempatkan di unit perawatan intensif.

"Setelah saya diberi tocilizumab, kondisi saya stabil dan tidak bertambah parah. Sampai saat itu, cukup menakutkan karena saya tidak tahu apakah saya akan selamat atau tidak,” katanya, dilansir dari laman BBC, Jumat (12/2/2021).

Para peneliti mengatakan sekitar setengah dari orang yang dirawat di rumah sakit dengan Covid-19 dapat memperoleh manfaat dari pengobatan tersebut. Mereka telah melakukan uji klinis dengan lebih dari 4.000 sukarelawan, seperti Wendy, dan mengatakan hasilnya "luar biasa".

Separuh dari pasien Covid ini diberi tocilizumab, melalui infus, bersamaan dengan perawatan biasa dengan obat steroid yang menyelamatkan jiwa yang disebut deksametason. Pada kelompok tersebut, dibandingkan dengan kelompok lain yang tidak menerima obat baru. Hasilnya, tocilizumab mengurangi risiko kematian.

Kepala Penyelidik Gabungan dari uji coba dan pakar medis di Universitas Oxford, Prof Martin Landray mengatakan, jika digunakan dalam kombinasi, dampaknya sangat besar. 

"Ini adalah kabar baik bagi pasien dan kabar baik untuk layanan kesehatan yang merawat mereka di Inggris Raya dan di seluruh dunia," kata dia.

Seorang Tenaga Medis Perawatan Intensif di Rumah Sakit Addenbrooke di Cambridge, Dr Charlotte Summers juga menilai, penemuan ini merupakan langkah maju yang luar biasa. "Terapi ini sepertinya membuat orang keluar dari unit perawatan intensif," sambung dia. 

Obat tersebut meredam peradangan, yang dapat menyebabkan overdrive pada pasien Covid-19 dan menyebabkan kerusakan pada paru-paru dan organ lain. Hasil uji coba pendahuluan akan segera diserahkan ke jurnal medis peer-review.

Sekretaris Perawatan Kesehatan dan Sosial Matt Hancock mengatakan, pihaknya bekerja dengan cepat dan erat dengan kolega di seluruh sistem dan sektor kesehatan untuk memastikan setiap pasien NHS yang membutuhkan perawatan ini dapat mengaksesnya. Tujuannya adalah mengurangi tekanan lebih lanjut pada NHS dan berpotensi menyelamatkan ribuan orang. 

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Sesmawati