Netral English Netral Mandarin
banner paskah
15:01wib
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem mulai Rabu (14/4) hingga Kamis (15/4). Cuaca ekstrem ini diakibatkan Siklon Tropis Surigae. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyebut semua komponen utama yang digunakan dalam pengembangan Vaksin Nusantara diimpor dari Amerika Serikat.
Long COVID-19, Pasien Bisa Alami Gejala Ini Berbulan-bulan Meski Sudah Dinyatakan Sembuh      

Rabu, 10-Maret-2021 03:00

Ilustrasi pasien di ruang isolasi.
Foto : persi.or,id
Ilustrasi pasien di ruang isolasi.
26

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Linglung dan bingung merupakan salah satu gejala yang bagi pasien yang mengalami fenomena long COVID, atau gejalanya tetap bertahan atau timbul lama meski pasien sudah dinyatakan pulih. Ketua POKJA Infeksi Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) dr. Erlina Burhan mengatakan, pasien COVID-19 seharusnya mengalami pemulihan setelah dua hingga enam pekan.

"Confusion, linglung, bingung, banyak lupa, mau ngomong sesuatu tapi bingung, ini tidak nyaman sekali," Erlina menyebutkan gejala "long" COVID dalam acara daring seperti dikutip, Selasa.(10/3/2021)

Gejala lainnya meliputi rasa lelah, batuk, kongesti, sesak napas, juga anosmia, sakit kepala dan nyeri badan.

Pasien yang mengalami ini juga merasakan diare, mual, juga nyeri abdomen dan nyeri dada.

Dari pasien usia 18-34 tahun yang punya kesehatan baik, sekitar 20 persen dilaporkan mengalami prolonged symptomps, ujar dia. Faktor risiko fenomena ini disebabkan oleh hipertensi, obesitas juga kondisi kesehatan mental.

Meski hasil pemeriksaan klinis menunjukkan kondisi pasien sudah normal, mereka yang mengalami fenomena ini umumnya masih merasakan keluhan hingga berbulan-bulan.

Namun pada umumnya, fenomena ini dirasakan orang yang terkena COVID-19 dengan gejala sedang, berat atau kritis.

Ia menambahkan, pasien harus ditangani berdasarkan gejala yang dirasakan. Jika masih ada gejala yang terasa mengganggu padahal seharusnya sudah pulih sejak lama, berkonsultasilah kepada dokter yang terkait.

"Kalau sakit kepala, kasih obat sakit kepala, kalau masih batuk, berikan obat batuk. Pendekatannya multidisplin." ujarnya.seperti dilansir Antara.

Reporter :
Editor : Irawan HP