Netral English Netral Mandarin
banner paskah
01:25wib
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sejauh ini masih belum merampungkan Keputusan Menteri Kesehatan (Kepmenkes) soal pelaksanaan vaksin Gotong Royong (GR) untuk Covid-19. Tim arkeolog Mesir berhasil menemukan 110 makam kuno di delta Sungai Nil, yang diperkirakan berasal dari era sebelum Firaun Mesir pertama, lebih dari 5.000 tahun yang lalu.
Terjadi Lonjakan COVID-19 di Liga Inggris, Manajer Wolves: Menakutkan

Jumat, 08-January-2021 13:30

Liga Premier Inggris.
Foto : Istimewa
Liga Premier Inggris.
18

LONDON, NETRALNEWS.COM - Manajer Wolverhampton Wanderers, Nuno Espirito Santo, khawatir dengan meningkatnya jumlah kasus COVID-19 di klub-klub Liga Inggris dan dikhawatirkan pula situasinya akan memburuk.

Pertandingan putaran ketiga Piala FA Aston Villa melawan Liverpool, Jumat (8/1/2021), diragukan setelah Villa melaporkan kasus COVID-19 baru di skuad mereka, sementara pertandingan Shrewsbury Town di Southampton tidak dilanjutkan setelah wabah di tim kasta ketiga itu.

Empat pertandingan Liga Premier dan lebih dari 50 pertandingan di Liga Sepak Bola Inggris - yang mengatur tiga divisi di bawah divisi teratas - telah ditunda sejauh musim ini.

"Sayangnya, itu akan terjadi lebih banyak," kata Nuno seperti dikutip oleh BBC, menjelang pertandingan putaran ketiga Piala FA melawan Crystal Palace, Jumat, seperti dikutip Antara.

"Lihat saja beritanya. Harapannya sangat buruk. Ini akan menjadi lebih buruk."

Liga Premier pada Selasa menemukan 40 kasus COVID-19 baru - tertinggi dalam sepekan musim ini setelah dua putaran pengujian pekan lalu.

Pemain dan staf di klub papan atas melakukan pengujian dua kali sepekan setelah varian yang sangat menular dari virus corona baru menyebabkan lonjakan kasus di seluruh negeri dan memaksa pemerintah Inggris melakukan lockdown.

"Dalam sepak bola, kita hidup dalam gelembung dan tidak selalu merasakan apa yang dirasakan masyarakat," tambah Nuno. "Tapi itu sulit bagi semua orang. Pemain juga manusia dan peningkatan kasus sangat menakutkan."

Reporter : Widita Fembrian
Editor : Widita Fembrian