Netral English Netral Mandarin
banner paskah
07:29wib
Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin, Senin (10/5/2021), mengumumkan lockdown atau penerapan perintah kontrol pergerakan (MCO) di seluruh wilayah negara untuk mencegah penyebaran Covid-19. Kementerian Agama akan menggelar sidang isbat atau penetapan 1 Syawal 1442 Hijriah pada hari ini, Selasa (11/5) secara daring dan luring.
Takut Divaksin, Puluhan Warga Alor Lari ke Hutan.

Jumat, 19-Februari-2021 23:20

Takut Divaksin, puluhan warga Alor Lari ke Hutan..
Foto : Setkab
Takut Divaksin, puluhan warga Alor Lari ke Hutan..
14

KUPANG, NETRALNEWS.COM - Puluhan warga di dusun II Batu Putih, Desa Alila, Kecamatan Kabola, Kabupaten Alor, NTT, Kamis (18/2) siang kabur ke hutan karena takut divaksin sinovac oleh petugas kesehatan di daerah tersebut.

Kapolres Alor AKBP Agustinus Christmas,  mengatakan bahwa warga satu dusun yang belum diketahui pasti berapa jumlahnya itu memilih kabur karena takut divaksinasi akibat kurang sosialisasi soal manfaat dari vaksin itu

"Mereka kabur karena panik dan takut setelah membaca informasi hoaks seputar vaksin COVID-19 yang beredar luas di media sosial," katanya.

Agustinus mengatakan bahwa informasi kaburnya warga satu dusun itu ke hutan setelah pihaknya mendapatkan laporan dari Bhabinkamtibmas Aipda Dominggus Bole Dede ketika dirinya berkunjung ke dusun itu.

Aipda Dominggus yang wilayah kerjanya sampai di dusun itu seketika langsung berangkat ke hutan untuk mencari puluhan warga tersebut.

"Mereka pun langsung diberikan pemahaman oleh Bhabinkamtibmas yang kebetulan pada saat itu ditemani oleh Kepala Desa Alila dan tokoh masyarakat setempat," ujar dia.

Mereka mencoba memberikan pemahaman kepada warga yang sebagian ditemui di hutan itu untuk tidak percaya dengan pemberitaan bohong yang disebar di media sosial.

Hasilnya beberapa warga di dusun itu akhirnya kembali ke rumahnya di dusun tersebut, tetapi sebagian lagi tetap bertahan di hutan dan di pegunungan karena masih menunggu musim panen jagung.

"Kita berharap warga menyaring lagi informasi yang masuk, jangan ditangkap begitu saja tanpa disaring, karena banyak berita hoaks yang menyebar di media sosial," ungkap Aipda Dominggus dilansir Antara.

Untuk mengedukasi warga di daerah pedalaman, ia mengharapkan bantuan dari para kepala desa tokoh masyarakat, petugas kesehatan dinas kesehatan serta bhabinkamtibmas di daerah itu.

 

Reporter : Sulha
Editor : Sulha Handayani