Netral English Netral Mandarin
banner paskah
23:53wib
Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin, Senin (10/5/2021), mengumumkan lockdown atau penerapan perintah kontrol pergerakan (MCO) di seluruh wilayah negara untuk mencegah penyebaran Covid-19. Kementerian Agama akan menggelar sidang isbat atau penetapan 1 Syawal 1442 Hijriah pada hari ini, Selasa (11/5) secara daring dan luring.
Soal 'Intel Ancam Pengurus Demokrat', BKH ke Netizen: Nanti Aku Viralkan Buktinya, Lu Pingsan Lagi

Kamis, 11-Maret-2021 00:10

Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Demokrat (PD) Beni K Harman (BKH)
Foto : Istimewa
Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Demokrat (PD) Beni K Harman (BKH)
23

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Demokrat (PD) Beni K Harman (BKH) menyebut, ada informasi bahwa para pengurus Partai Demokrat tingkat kabupaten/kota diancam oleh intel kepolisian untuk menyerahkan nama-nama pengurus inti Partai Demokrat di daerah mereka.

"Para pengurus Demokrat tingkat kabupaten dan kota kini resah. Mereka diancam intel-intel Polres untuk menyerahkan nama-nama pengurus inti partai. Katanya atas perintah Kapolres," tulis Benny di akun Twitternya, Selasa (9/3/2021).

Selain diancam, lanjut Benny, ada juga yang membujuk kader-kader partai berlambang bintang mercy itu untuk berpihak pada pengurus Demokrat hasil Kongres Luar Biasa (KLB) di Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut) pada Jumat (5/3/2021) lalu.

"Ada pula yang dibujuk untuk pro Pengurus Demokrat hasil KLB jika mau aman," cuit@BennyHarmanID.

Di akhir cuitannya, Anggota Komisi III DPR RI itu mempertanyakan kebenaran informasi tersebut. "Ini beneran kah.? Rakyat Monitor!" kata Benny.

Cuitan Benny itu ramai dikomentari netizen. Salah satunya pemilik akun Twitter @kennol61. Ia menuding Benny hanya modus melempar isu tersebut untuk memperkeruh suasana dan menfitnah institusi negara.

Pasalnya, akun @kennol61 berpendapat, jika Benny mendapat informasi demikian maka seharusnya bertanya ke Polri, bukan ke netizen.

"Benny, anda tidak layak dengan posisi anda sekrang. Mestinya anda bisa bertanya ke kapolri, bukan bertanya ke netizen, modus anda hanya melempar issue/hoax, memperkeruh suasana, memfitnah institusi negara," kata @kennol61.

"Bulan lalu anda juga tidak menempatkan diri sesuai suara warga NTT. Payah loe Ben," sambung @kennol61.

Komentar netizen itu dibalas Benny K Harman. Ia mengaku khawatir pemilik akun @kennol61 bakal pingsan jika dirinya membeberkan bukti soal ancaman terhadap para pengurus Partai Demokrat.

Benny lantas menantang pemilik akun itu untuk bertemu di kantornya dan dia akan menunjukkan bukti-bukti ancaman tersebut.

"Nanti aku viralkan bukti-buktinya, lu pingsan lagi. Lu datang jumpa gua di kantor, aku tunjukkan. Siap bathin saja agar you tidak pingsan!" sindir Benny.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sesmawati