Netral English Netral Mandarin
banner paskah
07:57wib
Leicester City berhasil menyabet gelar juara Piala FA usai membungkam Chelsea 1-0 di Stadion Wembley, Sabtu (15/5). Gol tunggal kemenangan The Foxes dicetak oleh Youri Tielemans di menit ke-63. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memutuskan untuk menutup sementara Taman Impian Jaya Ancol, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), dan Taman Margasatwa Ragunan, pada 16-17 Mei 2021.
Sekampung Mendadak Kaya, DS Puji JKW, Warga Terima Miliaran, Ratusan Kali Lipat NJOP  

Rabu, 17-Februari-2021 15:23

Warga sekampung di Tuban mendadak kaya
Foto : FB/Denny Siregar
Warga sekampung di Tuban mendadak kaya
10

TUBAN, NETRALNEWS.COM - Di sosial media, warganet heboh dengan fenomena warga sekampung mendadak kaya. Peristiwa ini terjadi di Tuban, Jawa Timur.

Pegiat media sosial Denny Siregar ikut membuat catatan khusus mengenai fenomena tersebut.

Fenomena itu terjadi karena warga terima ratusan kali lipat dari harga NJOP terhadap tanah yang akan menjadi lahan kilang minyak Pertamina. Denny pun memuji-muki model pembangunan ala Presiden Joko Widodo.

"Keren. Itu yang bisa saya ucapkan dalam hati. Sekarang memang jarang sekali ada berita konflik lahan karena pemerintah memaksakan untuk membangun proyek disana," kata Denny, Rabu (17/2/21)

"Bayangkan jaman dulu, sampe pemerintah harus bawa tentara dan bentrok dengan warga karena masalah tanah. Ya gimana warga dulu gak kesal? Setiap pemerintah punya proyek, makelarnya dari ujung ke ujung. Warga pemilik tanah cuman dapat tetesan saja," lanjut Denny.

"Senangnya ketika keuntungan yang didapat pemerintah, mengalir juga ke warganya supaya mereka bisa menikmati.. Sehat selalu, pakde Jokowi. Teruslah bekerja untuk bangsa ini..," pungkasnya.

Berikut catatan lengkap Denny Siregar:

ORANG2 KAYA BARU DI TUBAN

Setahun lalu saya main ke Tuban, Jawa Timur. 

Disana seliweran mobil2 sebangsa Pajero dan Fortuner baru. Yang menariknya, pemiliknya berpakaian khas petani. Pake sarung dan sendal jepit.. 

Iseng nanya ma teman yang tinggal disana, "orang Tuban sekarang kaya2 ya ?"

Dia ketawa.

"Itu karena ada pembangunan kilang minyak disini. Tanah warga dibeli berhektar2. Tau harga belinya? Ratusan kali lipat dari harga NJOP. Tanah saudaraku yang nilainya Rp 50rb/ meter, dibeli Rp. 600rb/meter. Mereka terima miliaran rupiah dan langsung ditransfer ke Bank. Gak pake makelar2an.. Bener kata Jokowi waktu kampanye dulu. Sekarang gada yang namanya ganti rugi. Semua ganti untung. Warga harus untung, supaya mereka sejahtera. Malah sekarang banyak warga yang nawarin tanahnya supaya dibeli pemerintah..  Kalau ada tanah yang dipake buat jalan tol, wah untung juga warga.."

Keren. Itu yang bisa saya ucapkan dalam hati. Sekarang memang jarang sekali ada berita konflik lahan karena pemerintah memaksakan untuk membangun proyek disana. 

Bayangkan jaman dulu, sampe pemerintah harus bawa tentara dan bentrok dengan warga karena masalah tanah. Ya gimana warga dulu gak kesal? Setiap pemerintah punya proyek, makelarnya dari ujung ke ujung. Warga pemilik tanah cuman dapat tetesan saja.

Senangnya ketika keuntungan yang didapat pemerintah, mengalir juga ke warganya supaya mereka bisa menikmati..Sehat selalu, pakde Jokowi. Teruslah bekerja untuk bangsa ini..

Salam seruput kopi..Denny Siregar

Warga ramai-ramai beli mobil

Sebelumnya diberitakan, sejumlah warga Desa Sumurgeneng Kecamatan Jenu Kabupaten Tuban Jawa Timur kaya mendadak usai menerima kompensasi pembebasan lahan dari pembangunan proyek kilang minyak Tuban.

Tak tanggung-tanggung, beberapa warga di sana membeli mobil baru. Dalam video viral di media sosial terlihat mobil-mobil baru diangkut dengan menggunakan kendaraan towing dengan pengawalan kepolisian.

“Memang betul terkait video warga yang ramai-ramai beli mobil baru itu warga desa sini (Desa Sumurgeneng). Kabarnya kemarin datang lagi dari Gresik, kalau tidak salah jumlahnya ada 17,” kata Kepala Desa Sumurgeneng, Gihanto, Selasa (16/2/2021).

Menurut keterangan Gihanto, warga yang membeli mobil secara berbarengan merupakan kelompok yang baru mendapatkan kompensasi lahan untuk proyek grass root refinery tahap ketiga.

“Itu memang sama teman-temannya atau kelompoknya itu pencarian yang terakhir yang lewat konsinyasi. Mereka kemudian rencana untuk beli mobil juga bersamaan,” katanya.

Dalam laporan, disebutkan Desa Sumurgeneng sekarang sudah dikenal sebagai kampung miliarder baru di Tuban. Sejumlah warga mendapatkan uang kompensasi rata-rata sebanyak Rp8 miliar.

“Untuk warga asli sini yang paling banyak itu mendapatkan sebesar Rp26 miliar. Ini kita juga tidak nyangka (bisa jadi kampung miliarder). Krena memang dulunya warga sini itu petani tulen dan ternyata ada pembebasan untuk lahan yang dinilai setelah dinilai appraisal yang banyak milik warga Sumurgeneng,” kata Gihanto.

 

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto