Netral English Netral Mandarin
banner paskah
01:56wib
Pasukan TNI/Polri yang tergabung dalam Satgas Nemangkawi menembak mati Lesmin Waker, Komandan Pasukan Pintu Angin Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Lekagak Telenggen di Papua. Badan Meterologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meminta warga untuk mewaspadai hujan lebat disertai petir yang diperkirakan bakal mengguyur sejumlah wilayah pada hari kedua Lebaran, Jumat (14/5).
Raih Sukses Tak Cukup Modal Bakat dan Kerja Keras Saja, Ini yang Lebih Penting 

Jumat, 05-Maret-2021 18:30

Ilustrasi eksekutif muda.
Foto : 123rf.com
Ilustrasi eksekutif muda.
27

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Memiliki bakat dan kemauan tinggi untuk bekerja keras diyakini banyak orang dapat  menjadi modal utama untuk meraih sukses.

Namun, dari keduanya mana yang lebih diperlukan bagi generasi muda terutama untuk menghadapi ketatnya persaingan global di masa mendatang?

Program Associate Bakti Pendidikan Djarum Foundation Galuh Paskamagma memaparkan bahwa memiliki gritty leadership lebih penting ketimbang bakat dan kerja keras.

Gritty Leadership merupakan pola pikir yang membentuk seseorang menjadi individu pantang menyerah, berani dan konsisten mewujudkan target yang dicita-citakan. Orang yang memiliki gritty leadership akan mengerahkan bakat dan bekerja keras hingga tujuannya tercapai. Dengan demikian, kerja keras dan konsistensi berperan penting dalam metode ini.

"Seseorang yang memiliki grit dalam hidup akan terus berusaha mencapai goals-nya meski banyak hambatan dan kesulitan," kata Galuh dalam "Leadership Development Djarum Beasiswa Plus" di hadapan 522 Beswan Djarum angkatan 2020/2021.

Dalam kegiatan tersebut, Galuh memaparkan tentang pentingnya gritty leadership kepada ratusan mahasiswa dari 93 perguruan tinggi di Indonesia tersebut.

Untuk menumbuhkan grit di dalam diri, Galuh melanjutkan, generasi muda perlu menerapkan pola pikir yang berkembang (growth mindset) dalam kehidupan sehari-hari.

Contohnya dengan terbiasa menghadapi tantangan dan tidak selalu berada di zona nyaman, pantang putus asa, terbuka terhadap kritik dan cepat bangkit ketika menghadapi keterpurukan.

"Dengan ketatnya persaingan di masa mendatang, grit akan menjadi future skill yang harus dimiliki generasi muda. Grit juga sudah menjadi salah satu indikator kesuksesan bagi para pelaku industri, karena orang yang memiliki grit lebih bisa membaca peluang dan lebih cepat berkembang dibandingkan orang lain," kata Galuh, seperti dilansir Antara.

Reporter : Irawan HP
Editor : Irawan HP