Netral English Netral Mandarin
banner paskah
12:59wib
Manchester City resmi menjadi juara Liga Inggris musim ini setelah pesaing terdekat mereka, Manchester United, kalah dari Leicester City dalam laga pada pekan ke-36 di Stadion Old Trafford, Rabu (12/5 Program vaksinasi gotong royong akan dimulai setelah Idul Fitri, tepatnya pada 17 Mei 2021.Pengadaan vaksin untuk program ini dilakukan oleh pemerintah melalui Kementerian Badan Usaha Milik Negara.
Penderita Penyakit Jantung Bawaan Wajib Jaga Kesehatan Gigi, Ini Sebabnya

Rabu, 31-Maret-2021 14:55

Ilustrasi seranganjantung.
Foto : upi.com
Ilustrasi seranganjantung.
7

JAKARTA. NETRALNEWS.COM - Penderita penyakit jantung bawaan (PJB) wajib menjaga kebersihan dan selalu merawat gigi. Kebersihan gigi menjadi faktor kunci kesehatan jantung.

Jika kesehatan giginya buruk, apalagi jika ada gigi yang berlubang akan gampang bagi bakteri hidup dan berkembang biak.

Bakteri ini bisa masuk ke aliran darah dan mengenai berbagai organ lainnya, termasuk jantung yang kemudian akan menyebabkan infeksi pada jantung dan katupnya.

Untuk diketahui, katup jantung berperan seperti pintu pada jantung yang mengatur masuk dan keluarnya darah.

Katup jantung yang terinfeksi ini tentunya akan mengalami gangguan dalam melaksanakan tugasnya yang kemudian mengakibatkan kerja jantung menjadi tidak optimal hingga keadaan yang membutuhkan penanganan serius.

Bahkan, risiko infeksi bakteri ini akan lebih tinggi pada pasien dengan riwayat infeksi jantung dan katup sebelumnya, pasien dengan katup jantung prostetik, dan beberapa tipe dari penyakit jantung bawaan.

Cara Mencegah Infeksi 

Apa yang Bisa dilakukan untuk mencegah infeksi jantung dan katup pada pasien PJB itu?

Seperti dikutip dari laman resmi Pusat Jantung Nasional Harapan Kita, Rabu (31/3/2021)), tindakan preventif sangat diperlukan demi mencegah terjadinya infeksi jantung dan katup yang tentunya akan memperburuk kondisi pasien dengan penyakit jantung bawaan.

Pemberian antibiotik pada pasien dengan penyakit jantung bawaan sebagai pencegahan infeksi jantung dan katup harus dengan rekomendasi dan resep dokter yang memutuskan dengan berbagai pertimbangan.

Konsultasi dan kontrol secara rutin dengan dokter gigi menjadi suatu hal yang wajib bagi pasien penderita penyakit jantung bawaan.

Beritahukan dokter gigi secara jelas mengenai penyakit jantung bawaan yang diderita, penanganan penyakit jantung yang telah, sedang, maupun akan dijalani,bagaimana riwayat dan kondisi gigi pasien, serta perawatan gigi sehari-hari pasien sehingga dokter gigi dapat melakukan pencegahan maupun memutuskan tindakan apa yang harus dilakukan dengan tepat.

Konsultasikan pula pada dokter gigi mengenai kemungkinan risiko yang akan timbul jika dilakukan tindakan tertentu pada gigi pasien dengan penyakit jantung bawaan.

Selain itu, faktor utama dalam kesuksesan pencegahan infeksi jantung dan katup akibat bakteri gigi di pasien dengan penyakit jantung bawaan ini adalah bagaimana perawatan kebersihan gigi sehari-hari.

Jangan ragu untuk meminta saran dan penjelasan kepada dokter gigi bagaimana perawatan kebersihan gigi yang tepat dan disesuaikan dengan kondisi kebersihan mulut pasien.

Waspadai Gejala Infeksi

Pasien dengan penyakit jantung bawaan maupun keluarga sudah seharusnya untuk mengetahui gejala-gejala yang mungkin terjadi jika terkena infeksi jantung dan katup karena bakteri pada gigi.

Gejala-gejala tersebut di antaranya adalah demam yang tidak diketahui apa penyebabnya, pasien terlihat sangat lemas, hingga nyeri otot atau nyeri sendi.

Jika terdapat gejala-gejala tersebut, terutama pada waktu-waktu tertentu di mana pasien dengan penyakit jantung bawaan ini memiliki risiko tinggi mengalami infeksi, disarankan untuk segera membawa pasien ke dokter.

Perlu diingat bahwa meskipun pasien telah mendapatkan antibiotik untuk pencegahan terjadinya infeksi jantung dan katup, bukan berarti bahwa pasien dengan penyakit jantung bawaan tidak akan terinfeksi.

Oleh karena itu, kontrol rutin dan menjaga kesehatan mulut secara rutin masih menjadi pilihan utama sebagai pencegahan.

Peran untuk mencegah terjadinya infeksi ini bukan hanya diperlukan dari pasien, tapi juga dukungan dari keluarga dan orang-orang terdekat pasien.

Reporter :
Editor : Irawan HP