Netral English Netral Mandarin
banner paskah
00:44wib
Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin, Senin (10/5/2021), mengumumkan lockdown atau penerapan perintah kontrol pergerakan (MCO) di seluruh wilayah negara untuk mencegah penyebaran Covid-19. Kementerian Agama akan menggelar sidang isbat atau penetapan 1 Syawal 1442 Hijriah pada hari ini, Selasa (11/5) secara daring dan luring.
Nakes RSCM dan Puskesmas Kramat Jati di Atas 60 Tahun Vaksinasi Covid-19, Ini yang Dirasakan

Selasa, 09-Februari-2021 15:45

Jubir vaksinasi COVID-19 dr Siti Nadia Tarmizi,
Foto : Istimewa
Jubir vaksinasi COVID-19 dr Siti Nadia Tarmizi,
12

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr Cipto Mangunkusumo (RSCM) gelar vaksinasi COVID-19 perdana bagi usia diatas 60 tahun pada Senin (8/2/2021). Per hari ini vaksinasi dilakukan kepada 15 dokter.

Jubir vaksinasi COVID-19 dr Siti Nadia Tarmizi, MEpid mengatakan vaksinasi untuk usia di atas 60 tahun ini adalah komitmen dari pemerintah untuk melindungi khususnya kelompok atau populasi yang memiliki angka mortalitas dan morbiditas yang sangat tinggi.

“Harapan kami tentunya dengan pelaksanaan vaksinasi ini akan ada sekitar 11.000 tenaga kesehatan yang berusia di atas 60 tahun yang bisa kebal yang kita berikan perlindungan,” katanya, dilansir dari laman Kemenkes, Selasa (9/2/2021).

Direktur Utama RSCM, dr Lies Dina Liastuti, SpJP(K) mengatakan peserta vaksinasi ini adalah para guru besar yang merupakan tenaga pendidik pelayanan spesialis.

“Izin pemberian vaksin kepada usia di atas 60 tahun telah ada sehingga kita bisa melindungi para senior kita yang amat sangat kita butuhkan tenaganya dalam memberikan pelayanan maupun pendidikan di RSCM ini,” ucap dr Lies.

Vaksinasi COVID-19 di RSCM per hari ini dilakukan terhadap 15 dokter senior. Total dokter usia di atas 60 tahun di RSCM sebanyak 90 orang dengan vaksinasi bertahap. Pemberian vaksin lansia tahap kedua dilakukan 28 hari setelah pemberian vaksin pertama.

Salah satu penerima vaksin COVID-19 berusia 69 tahun Prof Dr dr Med Ali Baziad, Sp OG (K) mengaku setelah divaksinasi COVID-19 tidak merasakan gejala apapun.

“Setelah divaksin saya merasa tidak ada apa-apa semuanya baik, lancar tidak ada merasakan apa-apa. Saya mengundang kepada dokter Lansia sebaiknya melakukan vaksin dan juga pada masyarakat umum yang sudah di atas 60 tahun jangan khawatir untuk divaksinasi,” ungkapnya.

Hal yang sama dirasakan Prof DR Dr Hindra Irawan Satari, SpA(K), M TropPaed, Ketua Komnas KIPI. Lelaki berusia 66 tahun itu mengatakan setelah setelah divaksin sampai setelah diobservasi tidak merasakan gejala apapun.

“Tiga puluh menit observasi telah lewat tidak terasa apapun baik setelah disuntik dan selama masa observasi. Akhirnya Lansia juga bisa divaksinasi karena sudah terbukti dari data-data yang ada di berbagai dunia penelitian bahwa vaksin Sinovac aman untuk diberikan pada usia diatas 60 tahun,” tutur Prof Hindra.

Dia juga mengimbau kepada penerima vaksin COVID-19 agar kontrol ke fasilitas kesehatan usai menerima Vaksin COVID-19.

Vaksinasi di Puskesmas Kramat Jati

Hal serupa dilakukan di Puskesmas Kramat Jati gelar vaksinasi COVID-19 kepada 19 tenaga kesehatan berusia di atas 60 tahun. Ini merupakan vaksinasi perdana bagi tenaga kesehatan Lansia yang digelar di Puskesmas tersebut.

Kepala Puskesmas Kramat Jati dr Inda Mutiara mengatakan sejauh pelaksanaan vaksinasi COVID-19 untuk usia di atas 60 tahun yang digelar hari ini tidak ada kendala yang signifikan.

“Kalau kendala saya harap tidak ada ya, yang penting kami betul-betul ketat di meja skrining karena di situ adalah penentuannya. Memang kami melakukan vaksinasi sesuai SOP nya,” kata dr. Inda.

Tidak ada KIPI yang terjadi pada peserta vaksinasi Lansia sejak setelah vaksinasi hingga selesai observasi selama 30 menit. Pihaknya telah menyediakan ruang gawat darurat apabila terjadi KIPI.

Pada umumnya, lanjut dr Inda, pada saat skrining sebelum vaksinasi kondisi penerima vaksinasi COVID-19 dalam keadaan sehat. Namun ada juga sebagian Lansia yang memiliki komorbid seperti diabetes, asma, dan yang terbanyak biasanya hipertensi.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Sesmawati