Netral English Netral Mandarin
banner paskah
13:58wib
Jaksa penuntut umum (JPU) menuntut Rizieq Shihab dengan pidana penjara selama dua tahun dalam kasus dugaan pelanggaran kesehatan di Petamburan, Jakarta Pusat. Mabes Polri mengklaim ada 1.864 kasus yang ditangani menggunakan pendekatan restorative justice (keadilan restoratif) sepanjang 100 hari kinerja Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menjabat.
Mengenang Letjen TNI Purn Rais Abin, Insan 24 Karat yang Sulit Dicarikan Bandingannya

Jumat, 26-Maret-2021 17:20

Letjen (Purn) Rais Abin
Foto : Dok. Istimewa
Letjen (Purn) Rais Abin
16

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Letjen (Purn) Rais Abin (94 tahun) telah wafat di Rumah Sakit Pusat Gatot Subroto (RSPAD), Jakarta Pusat, Kamis (25/3) malam WIB. 

Berbagai pesan singkat telah beredar sejak pagi hari Jumat 26 Maret 2021 di berbagai WAG berbunyi antara lain: "Telah berpulang ke rahmatullah Letjen TNI (Purn) Rais Abin, ketua umum Kehormatan DPP LVRI pada hari Kamis tanggal 25 Maret 2021 pukul 21.39 WIB."

Almarhum Rais Abin  dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan, pada  hari Jumat pukul 10.10 WIB.

Rais Abin pernah meraih berbagai penghargaan atas jasanya yang antara lain terlibat dalam Perang Kemerdekaan RI pada 1945-1949. 

Selama menjalani kariernya  di bidang militer, Rais Abin pernah menjabat pada berbagai posisi penting dan satu di antaranya yang sangat fenomenal adalah ketika menjabat sebagai Panglima United Nations Emergency Forces (UNEF) II.   

Dalam jabatan tersebut Rais Abin turut berperan dalam proses perdamaian di Timur Tengah saat perundingan damai Camp David antara Mesir dan Israel di tahun 1979 pada era Presiden  Jimmy Carter.

Rais Abin adalah sosok yang sangat mencintai negerinya. Hal ini tercermin dalam seluruh dinamika perjalanan hidupnya, mulai dari turut serta angkat senjata dalam upaya perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia,  berperan dalam forum hubungan internasional sebagai Panglima Pasukan Perdamaian PBB dan Duta Besar pada beberapa negara sahabat, hingga aktif dalam organisasi LVRI.

Kebetulan sekali saya dan isteri cukup dekat mengenal Bapak Rais Abin dan Ibu Dewi Rais, walau beliau berdua jauh lebih senior.   

Ibu Dewi Rais adalah seorang jurnalis yang sangat disegani pada era nya.   Ayah saya mengenal Ibu Dewi Rais sebagai wartawan  muda yang penuh bakat ketika itu.

Dewi Rais dikenal antara lain sebagai host dari berbagai wawancara dengan topik bahasan politik dan hubungan internasional di TVRI baik dalam bahasa Indonesia maupun dalam bahasa Inggris, ketika Stasiun Televisi di Indonesia hanya ada satu saja.

Sosok Bapak Rais Abin dan Ibu Dewi Rais adalah juga penggemar musik.   

Jauh sebelum Covid 19 merebak, Bapak dan Ibu Rais Abin sesekali datang berkunjung ke QiLounge di Hotel Sultan untuk bergabung menikmati Band The Playsets.  

Saya memang pada setiap hari Rabu malam “ngamen” di situ bersama teman-teman para musisi Band The Playsets untuk bernyanyi dan menari bersama.    

Pak Rais Abin sendiri juga senang humor, dalam kesempatan santai ngobrol dengan beliau saya sering ikut ikutan memakai bahasa Belanda dan beliau tertawa terbahak bahak, karena bahasa Belanda saya yang “ngaco” sebagai produk hanya belajar dari nguping orang tua saya. 

Cukup sering saya “ngobrol” dan berdiskusi dengan beliau yang pada umumnya sulit bergeser dari topik keperduliannya terhadap pembangunan bangsa.   

Pada akhir bulan Januari 2021, sebagai tindak lanjut diskusi panjang melalui telepon, Pak Rais Abin mengirimkan 2 naskah surat dokumentasi beliau ke rumah saya.

Yang pertama adalah salinan surat telegram dari Sekjen PBB untuk beliau ketika mengakhiri tugas di Timur tengah dan lembar ke 2 adalah berisi pandangan khusus Rais Abin dalam melihat perkembangan terakhir wajah kebangsaan kita yang ditulisnya pada hari pahlawan 10 November 2020.   

Dalam kesempatan ini saya hendak berbagi 2 lembar surat yang dikirimkan pada bulan Januari lalu yang isinya adalah pandangan khusus sebagai catatan di hari pahlawan dan buah pemikiran beliau yang pasti dibawa serta sampai akhir khayatnya.   

Pandangan Rais Abin sebagai salah satu Patriot Bangsa yang telah turut serta berjuang memerdekaan dan membangun Republik Indonesia.   

Kini saat beliau telah tiada , membaca ulang uraiannya di naskah itu, tak terasa membuat saya “merinding”.

Berikut ini Kutipan Lembar Pertama, “Pandangan Khusus Rais Abin”:

Sebagai Veteran Kemerdekaan RI, saya akan tetap menyayangkan tindakan Orde Reformasi terhadap UUD 45 yang seolah – olah mendurhakai Bapak-Bapak Bangsa penciptanya.  

Mereka telah tidak berkesempatan untuk membela diri ataupun kata-kata yang dituangkannya dalam UUD yang kita mulyakan.

Kita mengenal Bapak-Bapak Bangsa yang telah memberikan hidupnya bagi kejayaan Bangsa. 

Mereka adalah insan-insan 24 karat yang sulit dicarikan bandingannya dikalangan Orde Reformasi. Merekapun tentu memahami ketidaksempurnaan ciptaannya, karena hanya perubahanlah yang abadi.

Alangkah baiknya jika penyempurnaan dilakukan dengan beradab, tanpa merusak naskah asli yang bersama Proklamasi menjadi genderang menjayakan bangsa.

Kiranya koreksi UUD dapat dilakukan dengan menyiapkan Adendum-Adendum penyempurnaan yang dikaitkan dengan setiap Pasal UUD yang dianggap perlu, sehingga kemurnian UUD asli tetap terpelihara.

Kembali kepada istilah pendurhakaan, saya sangat berpegang kepada adagium bahwa setiap pendurhakaan akan membawa aib. 

Aib akan menuntut kebenaran yang hakiki kepada para penanggung jawabnya.

Semoga Orde Reformasi tidak menjadi Orde Deformasi.

Merdeka ………Merdeka………Merdeka

Jakarta  10 November 2020

RAIS ABIN

Berikut nya adalah dari  Lembar ke-2,  “Surat Telegram dari Sekjen PBB”:

NEWYORK (UNNY) 0417382

MAP 0 068-09 1966 PERSONAL FOR RAIS ABIN, AS YOU ARE ABOUT TO  CONCLUDE  YOUR  SERVICE  WITH  THE  UNITED NATIONS FOLLOWING THE COMPLETION OF THE MANDATE  OF THE UNITED NATIONS EMERGENCY FORCE IN THE MIDDLE EAST, I  WISH  TO  EXPRESS  MY  APPRECIATION FOR  OUTSTANDING  SERVICES  YOU HAVE  RENDERED   TO THE  INTERNATIONAL  COMMUNITY  IN THE  CAUSE  OF  PEACE.   FOR  NEARLY  THREE  YEARS  YOU  HAVE   SERVED  AS  THE  COMMANDER  OF  THE  UNITED  NATIONS EMERGENCY  FORCE,  DURING  THIS  PERIOD  UNEF,  UNDER  YOUR  LEADERSHIP,  HAS  DISCHARGED  WITH  REMARKABLE   SUCCESS.   

THE  COMPLEX  RESPONSIBILITIES  ASSIGNED  TO  IT  BY  THE  SECURITY  COUNCIL.   YOU  HAVE  PERFORMED  THE  TASK   ENTRUSTED  TO  YOU,  OFTEN  IN  DIFFICULT  CIRCUMSTANCES,  WITH  EXEMPLARY  EFFICEINCY ,  RESOURCEFULNESS  AND  DEDICATION.   THE  UNITED NATIONS  OWES  YOU  A  DEBT  OF  DEEP  GRATITUDE.

AS  YOU ARE  ABOUT  TO  RETURN  TO  THE SERVICE  OF  YOUR  GOVERNMENT  ,  YOU  HAVE  MY  BEST  WISHES  FOR  CONTINUED  SUCCESS  IN  YOUR  FUTURE  CAREER  AND  ACTIVITIES.

(KURT WALDHEIM,  SECRETARY-GENERAL)

Selamat Jalan Letjen TNI Purn Rais Abin.   Selamat Jalan Pahlawanku!

Jakarta 26 Maret 2021

Penulis: Chappy Hakim 

 

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto