Netral English Netral Mandarin
banner paskah
14:10wib
Ketua PP Muhammadiyah Bidang Hukum dan HAM Busyro Muqqodas menyebut riwayat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tamat di tangan pemerintahan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi). Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengingatkan anak buahnya untuk mengawasi pergerakan orang di Hari Raya Idul Fitri. Khususnya mengantisipasi kerumunan akibat silaturahmi.
Buntut Ribut-Ribut Demokrat, AHY Dipolisikan Marzuki Alie, Netizen: Ga Kelar2 Makin Prihatin

Rabu, 03-Maret-2021 18:40

Marzuki Alie Polisikan SBY terkait isu kudeta yang dituduhkan kepadanya
Foto : SC IG @marzukialie
Marzuki Alie Polisikan SBY terkait isu kudeta yang dituduhkan kepadanya
47

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Buntut dari "ribut-ribut" dalam tubuh Partai Demokrat semakin rumit. Eks Sekjen Partai Demokrat Marzuki Alie berencana melaporkan sejumlah mantan koleganya di partai ke polisi.

Pelaporan itu terkait dugaan fitnah ihwal dirinya ikut terlibat dalam isu kudeta terhadap kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Partai Demokrat.

Sontak warganet ramai menyoroti keputusan Marzuki Alie. Akun FB Mak Lambe Turah, ikut mencuit terhadap tersebut. 

"Ga kelar2 persoalannya...ah makin prihatin mak. Ggimana kalo mak aja yang jadi ketum Demokratnya," cuit akun MLT, Rabu (3/3/21). 

Untuk diketahui, Marzuki menyatakan bahwa pihak terlapor di antaranya Syarief Hasan, Rachland Nashidik, dan Herman Khaeron. Mereka dilaporkan karena menurut Marzuki, telah menuduh dirinya terlibat dalam isu kudeta partai berlambang mercy itu.

"Yang fitnah itu Syarief Hasan, kemudian Rachland Nashidik, Herman Khaeron. Turut terlapor tentu AHY sebagai atasannya kan," kata Marzuki,  Rabu (3/3).

Marzuki mengatakan, sejatinya ia berniat menyelesaikan perkara ini secara internal. Namun, ia malah terlebih dulu dipecat dari partai.

"Saya minta diselesaikan secara baik-baik, secara internal, tapi justru yang ada kita dipecat. Kan lucu, aneh partai ini," tuturnya.

Marzuki juga mengatakan, salah satu pihak yang akan ia laporkan yakni Kepala Badan Komunikasi Strategis (Bakomstra) DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra.

Menurut mantan Ketua DPR itu, Herzaky turut melontarkan fitnah terkait alasan pemecatannya. Marzuki mengatakan, Herzaky menyebut bahwa dirinya diberhentikan dengan tidak hormat dan disebut sebagai pengkhianat.

"Dia konpers menyampaikan saya dipecat dengan tidak hormat, dinilai sebagai pengkhianat, saya juga tidak terima. Saya laporkan juga," ujarnya.

Padahal, menurut Marzuki, dalam Surat Keputusan (SK) pemberhentian dirinya dari Demokrat, tidak ada kalimat atau pernyataan yang menyatakan dirinya diberhentikan dengan tidak hormat.

"SK saya kan enggak ada disebut pengkhianat, tidak ada disebut sebagai diberhentikan dengan tidak hormat," jelas Marzuki seperti dinukil CNN Indonesia.

"Baik menimbangnya maupun keputusannya tidak ada menyebut pengkhianat, tapi konpers disamakan dengan enam orang yang mereka sampaikan sebagai pengkhianat. Harusnya kan dipisahkan. Ini memang mau menzalimi," ujarnya menambahkan.

Pihak-pihak yang disebut Marzuki memfitnah sepat dikonfirmasi namun, sampai berita ini ditulis, mereka belum merespons.

Sebelumnya, politikus senior Partai Demokrat Syarief Hasan menyatakan bahwa nama-nama yang diduga terlibat isu kudeta terhadap Ketum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) ialah Muhammad Nazaruddin, Marzuki Alie, dan Jhoni Allen Marbun.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto