Netral English Netral Mandarin
banner paskah
06:41wib
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menetapkan harga pembelian vaksin merek Sinopharm melalui PT Bio Farma (Persero) yang akan digunakan untuk vaksin Gotong Royong senilai Rp321.660 per dosis. Pemerintah menghentikan sementara distribusi dan penggunaan vaksin AstraZeneca batch (kumpulan produksi) CTMAV547.
Long Covid, Alasan Penyitas Covid-19 Masih Keluhkan Gejala 

Kamis, 04-Februari-2021 12:00

Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof dr Zubairi Djoerban SpPD
Foto : Istimewa
Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof dr Zubairi Djoerban SpPD
10

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof dr Zubairi Djoerban SpPD memberikan penjelasan tentang penyintas Covid-19 yang masih mengeluhkan sejumlah gejala. Keadaan ini dikenal sebagai Long Covid. 

Apabila melihat data kasus Covid-19 di dunia. Total ada sebanyak 103 juta kasus, di mana 53,3 juta di antaranya sembuh dan mengakibatkan 2,24 juta orang meninggal. Angka ini terus meningkat, termasuk di Indonesia, yang tercatat sudah ada 1,1 juta kasus.

"Dari data, dapat terlihat bahwa spektrum klinis infeksi Covid-19 ini memang amat luas. Meliputi infeksi asimtomatik, demam, kelelahan, mialgia, penyakit saluran pernapasan atas ringan, pneumonia dan lain-lain," jelas Prof Zubairi, dikutip dari cuitannya, Kamis (4/2/2021).

Mengutip dari The Lancet, para dokter sebenarnya telah mengamati gejala menetap yang tidak terduga pascaorang terinfeksi SARS-CoV-2. Salah satu di antaranya relevan untuk pasien dengan gejala berat. Termasuk mereka yang memerlukan ventilator selama dirawat.

Sejumlah penyintas dengan gejala berat tersebut dilaporkan telah mengalami komplikasi jangka panjang dan pemulihan yang tidak sempurna setelah keluar dari rumah sakit.

Studi yang dilakukan oleh Huang Chaolin, seorang wakil direktur Rumah Sakit Jinyintan Wuhan, mendapati, 1265 dari 1655 (76 persen) pasien melaporkan setidaknya ada satu gejala yang menetap. Studi ini dilakukan enam bulan setelah onset penyakit. Onset sendiri sering digunakan di dunia medis untuk menggambarkan waktu permulaan munculnya suatu penyakit.

Gejala yang dilaporkan menetap pada pasien-pasien dalam studi tadi adalah kelelahan. Selain itu, sebanyak 63 persen dari jumlah pasien tersebut melaporkan adanya gejala kelemahan otot.

"Yang jadi sorotan para ahli di studi itu, ada lebih dari 50 persen pasien menunjukkan kelainan pada pencitraan dada," tegas dia.

Temuan ini konsisten dengan penelitian sebelumnya. Penelitian yang melaporkan adanya kelainan radiologis dan difusi paru pada sebagian besar pasien Covid-19--hingga tiga bulan setelah keluar dari rumah sakit.

Pada awalnya para ahli mengenal gejala menetap itu sebagai Post-Covid Syndrome atau Chronic Covid. Namun, istilahnya jadi familiar dengan sebutan Long Covid, yang diartikan sebagai gejala berkepanjangan yang dialami penyintas selama berbulan-bulan.

WHO juga sebenarnya sudah memberi perhatian kepada fenomena Long Covid ini. Mereka menemukan banyak pasien Covid-19 yang dinyatakan sembuh tapi tidak memiliki kesehatan sebaik ketika sebelum terinfeksi.

Gejala Long Covid ini, menurut WHO, dapat juga muncul pada penyintas dewasa maupun anak-anak yang tidak mengalami sakit berat ketika masih positif Covid-19.

"Ini beberapa tanda Long Covid yang sering dilaporkan adalag kelelahan, sesak napas, batuk, nyeri sendi dan nyeri dada," sebut dia.

Prof Zubairi lantas mengutip tanda-tanda itu dari laman Center for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat. Gejala jangka panjang lain yang disebutkan juga oleh CDC Amerika Serikat adalah kesulitan konsentrasi, depresi, nyeri otot, sakit kepala, demam dan jantung berdebar kencang.

Prof Zubairi tekankan, tiap penyintas Covid-19 merasakan gejala berbeda. Diimbau tidak panik, tapi tetap harus waspada terhadap gejala. 

"Anda bisa pastikan gejala itu berhubungan dengan Long Covid atau tidak, dengan mengecek kesehatan Anda dan menghubungi tenaga medis," pesan dia.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Sesmawati