Netral English Netral Mandarin
banner paskah
02:33wib
Pasukan TNI/Polri yang tergabung dalam Satgas Nemangkawi menembak mati Lesmin Waker, Komandan Pasukan Pintu Angin Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Lekagak Telenggen di Papua. Badan Meterologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meminta warga untuk mewaspadai hujan lebat disertai petir yang diperkirakan bakal mengguyur sejumlah wilayah pada hari kedua Lebaran, Jumat (14/5).
Jokowi Cabut Perpres Investasi Miras, Fahri: Jadinya Jamu ya, Netizen: Ribut lalu Dicabut

Selasa, 02-Maret-2021 15:15

Fahri Hamzah
Foto : Istimewa
Fahri Hamzah
21

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Presiden Jokowi akhirnya mencabut Perpres tentang investasi miras di sejumlah daerah.

Politikus PKS, Fahri Hamzah yang sebelumnya menolak prepres dan mengusulkan agar sebaiknya mengembangkan investasi jamu agar go internasional langsung mencuit pendek.

"Jadinya Jamu ya...," kata Fahri, Selasa (2/3/21).

Cuitannya langsung ditanggapi banyak netizen.

Ketaker: "jamu cap orang tua masih.... sm2 bikin mabok."

Salendra Yopi: "Ya belum tentu juga. tp alhamdulillah sdh dicabut. Tp sebaiknya sebelum menentukan sesuatu yg baiknya dengarkan masukan dulu, bukan diterbitkan, ribut lalu dicabut."

Panji: "Jamu anggur merah banyak pewarnanya .."

amira alhamid: "Seperti nya bang. Semoga bukan prank lagi."

Sebelumnya diberitakan, Perpres Bidang Usaha Penanaman Modal yang memuat aturan soal usaha miras menuai kontroversi. Presiden Joko Widodo (Jokowi) mencabut lampiran perpres yang mengatur pembukaan investasi baru industri miras yang mengandung alkohol.

"Bersama ini saya sampaikan, saya putuskan lampiran perpres terkait pembukaan investasi baru dalam industri miras yang mengandung alkohol saya nyatakan dicabut," kata Jokowi dalam siaran pers virtual, Selasa (2/3/2021).

Jokowi menjabarkan alasannya mencabut lampiran perpres terkait investasi baru miras ini. Jokowi mengaku menerima masukan dari ulama dan ormas-ormas Islam.

"Setelah menerima masukan-masukan dari ulama-ulama MUI, Nahdlatul Ulama NU, Muhammadiyah, dan ormas-ormas lainnya, serta tokoh-tokoh agama yang lain, dan juga masukan-masukan dari provinsi dan daerah," jelas Jokowi.

 

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto