Netral English Netral Mandarin
banner paskah
14:42wib
Jaksa penuntut umum (JPU) menuntut Rizieq Shihab dengan pidana penjara selama dua tahun dalam kasus dugaan pelanggaran kesehatan di Petamburan, Jakarta Pusat. Mabes Polri mengklaim ada 1.864 kasus yang ditangani menggunakan pendekatan restorative justice (keadilan restoratif) sepanjang 100 hari kinerja Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menjabat.
Jangan Anggap Remeh Kejadian Alergi Susu Sapi pada Anak, Ini Berbagai Dampaknya

Selasa, 06-April-2021 11:00

waspadai alergi susu pada bayi Anda.
Foto : alodokter
waspadai alergi susu pada bayi Anda.
16

JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Apakah Anak Anda mengalami alergi susu sapi? Jika ya, Anda perlu waspada dan jangan menganggap remeh. 

Konsultan Alergi dan Imunologi Anak Prof Dr dr Budi Setiabudiawan SpA(K), M Kes menjelaskan, alergi susu sapi merupakan respons sistem imun yang tidak normal atau berlebihan. Istilahnya adalah hipersensitivitas, terhadap protein sapi yang sebenarnya tidak berbahaya bagi orang lain. 

Pernyataan ini disampaikan Prof Budi karena angka kejadian alergi meningkat dan keadaan ini dapat merugikan tumbuh kembang anak. Perlu diketahui juga bahwa penyakit alergi ini hanya dapat mengenai anak yang mempunyai alergi atau istilahnya adalah ATOPI, yakni bakat yang diturunkan oleh satu/kedua orang tua. 

“Apa saja dampak alergi? Alergi ini memiliki dampak yang signifikan bagi si kecil, keluarga bahkan dalam masyarakat,” kata Prof Budi saat webinar virtual, baru-baru ini di Jakarta. 

Baca Juga :

Berbagai dampak alergi diantaranya adalah kesehatan, gangguan tumbuh kembang, ekonomi dan psikologi. Dampak kesehatan diantaranya meningkatkan risiko penyakit degeneratif, seperti obesitas, hipertensi dan sakit jantung. 

Pada gangguan tumbuh kembang anak, dampaknya anak dengan alergi akan mengalami keterlambatan pertumbuhan. Hal ini berhubungan dengan jenis dan durasi pantang makanan. 

Terkait dengan ekonomi, dampaknya akan meningkatkan biaya pengobatan, meningkatkan biaya tidak langsung dan bisa berdampak pada kehilangan pendapatan karena sering tidak masuk kerja. 

“Dampak psikologi, diantaranya stress pada anak dan orang tua. Selain itu juga menurunkan kualitas hidup si kecil,” tegas Prof Budi. 

Lantas apa saja identifikasi gejala Alergi Susu Sapi (ASS)? Ada ASS ringan/sedang dan ASS Berat. ASS ringan diantaranya adalah regurgitasi berulang, muntah, diare, konstipasi (dengan atau tanpa ruam perianal) serta darah pada tinja dan anemia defisiansi besi. 

“Gejala ringan lainnya adalah dermatitis atopik, angioedema, dan urtikaria. Ada juga pilek, batuk kronik dan mengi. Selain itu kolikpersisten,” ujar Prof Budi. 

Sedangkan ASS Berat diantaranya gagal tumbuh karena diare dan atau regurgitasi, muntah dan atau anak tidak mau makan. Anemia defisiensi besi karena kehilangan darah di tinja dan enteropati karena kehilangan protein (hipoalbuminemia), kolitis ulseratif kronik yangsudah terbukti melalui endoskopi atau histologi.

“ASS Berat juga bisa berupa dermatitis atopik berat, laringoe dema akut, obstruksi bronkus dengan kesulitan bernapas, serta syok anafilaksis,” tegas dia.

Pernyataan ini disampaikan karena menurut World Allergy Organization (WAO), penduduk dunia yang mengalami alergi ada sebanyak 30-40 persen. Selain itu, hingga 550 juta orang di dunia menderita alergi makanan, dan 1,9-4,9 persen anak-anak di dunia alami ASS. Dari angka tersebut, 0,5-7,5 persen anak mengalami alergi susu sapi di Indonesia. 

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Sulha Handayani