Netral English Netral Mandarin
banner paskah
13:53wib
Ketua PP Muhammadiyah Bidang Hukum dan HAM Busyro Muqqodas menyebut riwayat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tamat di tangan pemerintahan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi). Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengingatkan anak buahnya untuk mengawasi pergerakan orang di Hari Raya Idul Fitri. Khususnya mengantisipasi kerumunan akibat silaturahmi.
Ini Tiga Bansos untuk Kurangi Dampak Pandemi dan Dorong Gerak Ekonomi  

Senin, 04-January-2021 20:15

Presiden Joko Widodo dan Menteri Sosial Tri Rismaharini
Foto : Biro Pers Istana
Presiden Joko Widodo dan Menteri Sosial Tri Rismaharini
13

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara resmi meluncurkan tiga bantuan tunai dalam rangka penanganan dampak pandemi Covid-19 pada awal tahun 2021 ini.

Presiden menyatakan, pemerintah melanjutkan program bantuan tunai untuk mengurangi dampak pandemi Covid-19, dan mendorong pergerakan perekonomian.

Untuk keperluan tersebut, dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2021, pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp110 triliun. 

Bantuan tunai yang dilanjutkan, meliputi Program Keluarga Harapan (PKH), Program Sembako/Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), dan Bantuan Sosial Tunai (BST).  

Presiden menyatakan, penyaluran bantuan tunai berjalan terhitung hari ini, untuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di 34 provinsi, dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote. Dalam sambutannya, Presiden menekankan agar bantuan tunai digunakan untuk belanja kebutuhan yang memang mendesak sebagai dampak pandemi.

“Kalau yang (peruntukannya) untuk beli sembako ya untuk beli sembako. Bukan untuk beli rokok. Hati-hati ini terutama buat bapak-bapak. Jangan untuk membeli rokok. Pakai untuk membeli sembako sehingga meringankan beban selama masa pandemi,” kata Presiden.

Pernyataan ini disampaikan Presiden di Istana Negara, dalam acara Peluncuran Bantuan Tunai se-Indonesia Tahun 2021, Istana Negara. Acara juga diikuti para gubernur di 34 provinsi melalui teleconference, Senin (4/1/2020).

Kedua, Presiden berpesan agar bantuan tunai bisa sampai ke tangan KPM dengan segera dan utuh, tidak ada potongan-potongan.

“Saya ingatkan lagi, kepada KPM dan tetangganya yang hari ini tidak datang ke istana, bahwa bantuan diterima utuh, tidak ada ada potongan-potongan. Karena ini ditransfer melalui rekening masing-masing penerima. Baik itu melalui Bank Himbara maupun ke Kantor Pos,” kata Presiden.

Oleh karena itu, dalam kesempatan itu, Presiden sekaligus menginstruksikan kepada menteri terkait, dan para gubernur, agar mengawasi dan memastikan, bahwa penyaluran bantuan berjalan tepat waktu, tepat sasaran, dan tidak ada potongan-potongan.

Dengan demikian, diharapkan bantuan tunai dapat membantu meringankan beban rakyat di tengah pandemi, dan juga dapat menggerakkan roda perekonomian sebagaimana diharapkan. 

"Agar dampak ekonominya dapat segera muncul dan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi,” sambung Presiden.

 

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Irawan HP