Netral English Netral Mandarin
banner paskah
15:01wib
Manchester City resmi menjadi juara Liga Inggris musim ini setelah pesaing terdekat mereka, Manchester United, kalah dari Leicester City dalam laga pada pekan ke-36 di Stadion Old Trafford, Rabu (12/5 Program vaksinasi gotong royong akan dimulai setelah Idul Fitri, tepatnya pada 17 Mei 2021.Pengadaan vaksin untuk program ini dilakukan oleh pemerintah melalui Kementerian Badan Usaha Milik Negara.
Hujan Lebat Sebabkan TPU Karet Bivak Terendam Banjir Setinggi 30 Sentimeter

Minggu, 07-Februari-2021 12:55

TPU Karet Bivak tergenang air 30 sentimeter akibat hujan lebat di Jakarta Pusat, Minggu (7/2/2021).
Foto : Antara
TPU Karet Bivak tergenang air 30 sentimeter akibat hujan lebat di Jakarta Pusat, Minggu (7/2/2021).
12

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Tempat Pemakaman Umum (TPU) Karet Bivak Jakarta Pusat tergenang air akibat hujan lebat yang mengguyur Jakarta sejak Minggu (7/2/2021) dini hari.

"Genangan air terjadi di blok makam 15,16 dan 17, setinggi 30 sentimeter," kata Kasudin Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Pusat Mila Ananda di Jakarta, Minggu (7/2/2021).

Oleh karena itu, jelasnya, pihaknya mengerahkan tujuh tangki penyedot dan dibantu petugas Gulkarmat untuk menyedot genangan selanjutnya dibuang ke kali yang ada di belakang lokasi makam.

Ia mengaku, hingga kini masih dilakukan upaya penyedotan air oleh pihak Dinas Pertamanan dan Hutan Kota dan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Pusat.

Mila menjelaskan secara kontur tanah, posisi makam blok 15,16, dan 17 berupa cekungan sehingga memang rentan genangan. Sementara posisi TPU Karet Bivak di bawah permukaan saluran air di jalan."Dengan posisi ini, menyebabkan TPU Karet Bivak mudah tergenang karena posisi makam yang lebih rendah dari jalanan," katanya.

Namun kendalanya, genangan itu tidak dapat dibuang ke saluran di jalan, melainkan ke kali di belakang lokasi itu, sedangkan bila hujan lebat, kali tersebut akan meluap dan mengenai lokasi pemukiman yang juga ada di belakang makam.

Oleh karenanya, Mila mengharapkan dapat segera berkoordinasi dengan Sudin Sumber Daya  Air (SDA) Jakarta Pusat untuk mengoptimalkan embung-embung yang dibuat di sekitar makam itu.

"Saya berharap nantinya ada penanganan yang sifatnya permanen. Itu di belakang ada embung, mungkin perlu diperdalam embungnya, nanti saya berkoordinasi dengan SDA atau ditambah pompa. Jadi, bisa difungsikan ketika air tinggi itu bisa disedot ke kali," ujar Mila.

Reporter : Nazaruli
Editor : Nazaruli