Netral English Netral Mandarin
banner paskah
14:24wib
Pasukan TNI/Polri yang tergabung dalam Satgas Nemangkawi menembak mati Lesmin Waker, Komandan Pasukan Pintu Angin Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Lekagak Telenggen di Papua. Badan Meterologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meminta warga untuk mewaspadai hujan lebat disertai petir yang diperkirakan bakal mengguyur sejumlah wilayah pada hari kedua Lebaran, Jumat (14/5).
Sebut HRS Serukan Perang di Medsos Bukan Buzzer, DS: Mereka Sebut Jihad

Senin, 15-Februari-2021 10:11

Sebut HRS Serukan Perang di Sosmed Bukan Buzzer, Denny sebut Mereka Sebut Jihad Medsos
Foto : Istimewa
Sebut HRS Serukan Perang di Sosmed Bukan Buzzer, Denny sebut Mereka Sebut Jihad Medsos
15

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Di sosial media kembali beredar video seruan Habib Rizieq Shihab (HRS) agar umat Islam lakukan "perang" di media sosial.

Video tersebut salah satunya diunggah oleh akun Ch chotimah @Ch_Chotlmah.

"Bantu retwet teman2 biar rakyat semua tau terutama orang2 dibawah ini. Apa, siapa dan dari kelompok mana sih buzzer yg selama ini ada.Mengecam Buzzer bahkan mengharamkan tp selama ini diam bhkn satu barisan. Itu apa namanya? @MardaniAliSera @hnurwahid @susipudjiastuti @MUIPusat," cuitnya seperti diretweets oleh Denny Siregar.

Denny Siregar pun membalasnya: "Kalo kita bela pemerintah dituding buzzer.. Kalo PKS ma FPI mereka sebut jihad medsos.. Cuks.."

Seruan perang di sosmed oleh HRS sebenarnya bukan hal baru. Beberapa waktu silam pun HRS sering menyuarakan hal itu.

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Muhammad Rizieq Syihab mengatakan bahwa perang di zaman sekarang ini lebih banyak pertarungan informasi di media.

“Kita sedang perang media, perang di dunia maya untuk pembentukan opini dalam rangka perjuangan Islam di Indonesia,” ujar Habib Rizieq dalam sebuah video ceramahnya yang dikutip Suara Islam Online, Kamis (8/9/2016).

Oleh karena itu, ia menghimbau kepada umat Islam yang aktif di media sosial agar menyuarakan sikap dalam membela Islam.

“Kalau anda dapatkan akun-akun yang menghantam Islam, maka anda juga harus buat akun yang membela Islam. Jadi jangan diam, jangan orang kafir punya banyak akun sementara orang Islam satu akun pun tidak punya,” terangnya.

Menurutnya, sekarang ini kita sudah masuk zaman digital.

“Jadi perang opini ini bukan perang sembarangan,” katanya.“Oleh karena itu wahai umat Islam khususnya anak muda, lantangkan suaramu untuk membela Islam, membela Allah dan RasulNya. Jangan biarkan orang kafir menghancurkan Islam lewat opini,” tandasnya.

 

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto