Netral English Netral Mandarin
banner paskah
14:07wib
Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya akan menggunakan 17 titik periksa yang sebelumnya disiapkan untuk pengamanan mudik sebagai pos pemeriksaan Surat Izin Keluar-Masuk. Dua hari ke depan diperkirakan akan terjadi lonjakan masyarakat yang nekat mudik Idulfitri 2021.
Cuitan Kritikan Susi Viral Lagi, Teddy: Kalau Bu Susi Bersikap Berseberangan dengan Pak Jokowi Itu Hak Asasi, Bawa Asik Aja

Rabu, 17-Februari-2021 14:27

Dewan Pakar Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Teddy Gusnaidi
Foto : Twitter
Dewan Pakar Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Teddy Gusnaidi
20

JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Dewan Pakar PKPI Teddy Gusnaidi mengajak para pendukung pemerintah untuk mencoba asyik dalam menanggapi kritik dari Susi Pudjiastuti. Mantan Menteri KKP itu baru saja mencuit berita soal utang luar negeri Indonesia, dan kembali jadi perdebatan di media sosial. 

“Ya gak apa-apa juga jika bu @susipudjiastuti mengambil sikap berseberangan dengan pak @jokowi, itu hak asasi. Sama halnya ketika para pendukung pak Jokowi melihat bahwa klarifikasi bu susi sebagai bentuk ketidakberanian beliau dalam menentukan sikap politiknya. Bawa asik aja..” tulis Teddy di akun Twitternya, Rabu (17/2/2021).

Gaduh soal kritikan Susi terjadi ketika mantan Menteri KKP itu mencuit soal utang luar negeri Indonesia lewat sebuah berita dari salah satu media online nasional. Susi di situ tidak menuliskan caption apapun, hanya me copy paste judul berita yaitu Fakta seputar utang luar negeri RI yang kini Rp 5.803 triliun.

Cuitan Susi tersebut lantas memicu komentar dari warganet, termasuk juga salah satu Staf Khusus Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Yustinus Prastowo. Dalam cuitannya Prastowo mengatakan janji Jokowi yang diungkit dalam artikel tersebut adalah ucapan tim kampanye saat itu.

"Bu @susipudjiastuti, itu kan ucapan tim kampanye 2014, tentu conditional, ada penjelasannya," cuit Prastowo dalam akun @prastow, Selasa, 16 Februari 2021.

Di samping itu, dia juga mengingatkan bahwa Susi adalah bagian dari pemerintahan Presiden Jokowi di periode pertama. Sehingga, utang pemerintah pada saat itu juga ikut membiayai program dari kementerian yang dipimpin oleh Susi. Karena itu, Prastoeo berharap Susi ikut menjelaskan mengenai utang tersebut.

"Ibu kan bagian pemerintahan Jokowi - JK yang berutang untuk pembiayaan, termasuk membiayai program Kementerian @kkpgoid. Bantu jelasin dong Bu," tulis Prastowo lagi.

Menanggapi cuitan dari Prastowo, Susi mengatakan bahwa artikel yang dibagikannya justru bermuatan positif. Serta, penuturannya cukup jelas dan baik. Dengan demikian, Susi merasa tidak perlu lagi mengomentari isi artikel tersebut.

"Pak Prastowo, artikel kompas di atas justru positif.. Dan menurut saya cukup jelas dan baik. Tidak perlu lagi saya mengomentari," kata Susi.

Namun, Susi menyadari bahwa beberapa hari ini ada pihak-pihak yang antipati kepadanya, sehingga semua hal yang dibagikannya dalam akun media sosialnya pun kerap dianggap negatif.

"Ada kawan-kawan yang berapa hari ini memang antipati sama saya gara-gara cuitan unfollow hate speech.. Semua shared saya sudah dianggap negatif," tulis Susi.

Atas tanggapan Susi, Prastowo pun berterima kasih. Ia berharap ke depannya bisa terus bersinergi dengan Susi. Ia pun yakin terobosan dan warisan Susi menjadi tonggak penting kebijakan publik di Tanah Air.

Prastowo juga menyatakan keyakinannya bahwa terobosan dan warisan dari Susi Pudjiastuti menjadi tonggak penting kebijakan publik. "Dan bagaimana uang negara dipertanggungjawabkan. Salam sehat penuh semangat, Bu Susi," tulis Prastowo.

Reporter : Dimas Elfarisi
Editor : Sesmawati