Netral English Netral Mandarin
banner paskah
00:32wib
Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin, Senin (10/5/2021), mengumumkan lockdown atau penerapan perintah kontrol pergerakan (MCO) di seluruh wilayah negara untuk mencegah penyebaran Covid-19. Kementerian Agama akan menggelar sidang isbat atau penetapan 1 Syawal 1442 Hijriah pada hari ini, Selasa (11/5) secara daring dan luring.
Bandara Sam Ratulangi Jadi Pintu Ekspor ke Jepang Favorit Pengusaha

Sabtu, 16-January-2021 22:02

Bandara Sam Ratulangi di Sulawesi Utara.
Foto : FB Bandara Sam Ratulangi
Bandara Sam Ratulangi di Sulawesi Utara.
22

MANADO, NETRALNEWS.COM - Ekspor komoditi ke Jepang melalui Bandara Sam Ratulangi mulai mengalami peningkatan tercermin dari bertambahnya jumlah eksportir dengan volume barang yang semakin meningkat. "Tidak hanya dari Kota Manado, eksportir asal Jakarta, Ambon, Makassar, Gorontalo, Surabaya, Denpasar dan Yogyakarta juga memanfaatkan Bandara Sam Ratulangi sebagai pintu ekspor ke Jepang," kata General Manager Bandara Sam Ratulangi, Minggus Gandeguai, di Manado, Sabtu (16/1/2021).

Menurut Minggus, banyaknya eksportir memilih Bandara Sam Ratulangi sebagai bandara untuk mengirimkan produk karena jarak tempuh dari Manado ke Jepang yang jauh lebih dekat dibanding dari kota besar di Pulau Jawa dan pulau lainnya.

"Sebagian besar produk yang diekspor yakni hasil perikanan," katanya.

Ekspor langsung ke Jepang dari Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado ke Bandara Narita, Tokyo, Jepang, total sudah 16 kali dilakukan. Sejak edisi perdana pada 23 September 2020 hingga terakhir 13 Januari 2021, total komoditas yang diekspor mencapai 263 ton.

Namun komoditi terbanyak berasal dari Manado, yakni sebesar 131 ton atau mencapai 50,16 persen dari total yang diangkut.

Jumlah tonase produk yang diekspor setiap pekan berbeda-beda. Pada tanggal 23 September 2020, jumlah yang diangkut sebanyak 12,12 ton.

Saat itu, komoditas yang diangkut dengan menggunakan pesawat Garuda Indonesia seri A330-200 dengan nomor penerbangan GA8800 baru berasal dari tiga provinsi, yaitu Sulut, Maluku dan Sulawesi Selatan.

“Sejak edisi perdana, jumlah terbesar yang diangkut terjadi pada tanggal 6 Januari 2021 yang mencapai 26,97 ton. Sementara yang paling sedikit terjadi pada edisi berikutnya, 13 Januari 2021 yang hanya 5,6 ton,” kata Minggus.

Pada 13 Januari, komoditas yang diangkut berasal dari empat kota, yaitu Manado sebesar 4,39 ton Gorontalo, 1,11 ton, Makassar 76 kg dan DI Yogyakarta 94 kg.

“Pada 13 Januari 2021, jumlah komoditas yang diangkut memang hanya sedikit. Namun sebelumnya, selalu berada di atas 12 ton. Bahkan dua kali mencapai 19 ton dan sekali 23 ton,” tambah Minggus,seperti dilansir Antara.

Penerbangan langsung ekspor ke Jepang ini dilakukan setiap Rabu Malam dari Bandara Sam Ratulangi Manado dan tiba di bandara Narita, Tokyo, Jepang pada Kamis pagi. 

Reporter : Irawan HP
Editor : Irawan HP