Netral English Netral Mandarin
banner paskah
07:14wib
Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin, Senin (10/5/2021), mengumumkan lockdown atau penerapan perintah kontrol pergerakan (MCO) di seluruh wilayah negara untuk mencegah penyebaran Covid-19. Kementerian Agama akan menggelar sidang isbat atau penetapan 1 Syawal 1442 Hijriah pada hari ini, Selasa (11/5) secara daring dan luring.
Apakah Vaksin Covid-19 Berbahaya Bagi Pasien Kanker? Simak Penjelasan dari Dokter Ini 

Kamis, 04-Februari-2021 17:25

Ilustrasi vaksin COVID-19.
Foto : freepik.com
Ilustrasi vaksin COVID-19.
12

JAKARTA, NETRALNEWS.COM ─ Di tengah pandemi, pelaksanaan vaksinasi Covid─19, serta Peringatan Hari Kanker Sedunia 2021, timbul pertanyaan apakah vaksinasi Covid─19 berbahaya bagi pasien penderita kanker? Bahkan, banyak yang bingung tentang keamanan dan manfat vaksin Covid─19 pada pasien kanker.

Ahli penyakit dalam, dr Djumhana Atmakusuma mengatakan, kanker termasuk dalam kelompok yang rentan terhadap infeksi Covid─19. Alasannya, karena kanker adalah keadaan di mana terjadinya penurunan sistem imun.

“Jadi apakah pasien kanker perlu diberikan Vaksin Covid─19? Jawabannya, perlu,” tegas dr Djumhana dalam acara temu media memperigati Hari Kanker Sedunia Tahun 2021 yang diadakan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) secara virtual, Kamis (4/2/2021).

Lebih lanjut, dr Djumhana ungkap alasan pasien penderita kanker memerlukan Vaksin Covid─19, yakni karena pada kanker menyebabkan imunitas tubuh menurun. Keadaan tersebut lantas berisiko tinggi pula terkena Covid─19.

Adapun, kelompok pasien dengan risiko tinggi Covid─19 adalah pasien dengan keganasan atau kanker, resipien transplantasi organ solid, kanker darah, penyakit ginjak kronik dan pasien yang mendapatkan imunosupresan. Ada pula kelompok pasien rentan lain seperti penderita stroke, demensia, diabetes tidak terkontrol, penyakit paru kronik, obesitas, dan penyakit hati.

“Pada penyelenggaraan The World Cancer Day pada 4 Februari 2021, dinyatakan bahwa pasien kanker bisa menerima Vaksin Covid─19, tetapi di bawah supervisi medis,” tegas Dokter Djumhana.

Ia juga paparkan hasil penelitian dari The UK Coronavirus Cancer Monitoring Project, yakni proyek pelacakan pasien kanker yang positif Covid─19. Project ini dilakukan di seluruh United Kingdom, dimulai dari 26 Maret 2020.

Proyek itu merupakan pelaporan kondisi darurat kejadian Covid─19 pada pasien kanker di dunia. Proyek ini juga merupakan bagian dari The United Kingdom’s Covid─19 Emergency Response.

“Disimpulkan bahwa sampai saat ini tidak ada cara untuk melacak pasien kanker. Tidak jelas interaksi antara Virus Covid─19 dengan kanker dan pengobatan kanker. Laporannya terbatas dan studinya masih sedikit,” jelas dia.

 

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Irawan HP