Netral English Netral Mandarin
banner paskah
05:38wib
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Inspektur Jenderal Istiono bakal memberi sanksi dua kali lipat kepada personelnya yang kedapatan meloloskan pemudik pada 6-17 Mei 2021 mendatang. Presiden Joko Widodo meminta semua anggota Kabinet Indonesia Maju dan pimpinan lembaga tinggi negara untuk tidak mengadakan acara buka puasa bersama di tengah pandemi virus corona (Covid-19).
Laskar FUI Bubarkan Jarang Kepang dan Ludahi Warga, DS ke Polisi: Harus Dihajar Pak...

Kamis, 08-April-2021 07:43

Pegiat Media Sosial Denny Siregar
Foto : Istimewa
Pegiat Media Sosial Denny Siregar
10

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pegiat media sosial Denny Siregar meminta aparat kepolisian menindak tegas anggota Laskar Khusus Forum Umat Islam (FUI) Sumatera Utara (Sumut) yang membubarkan pertunjukan seni budaya Jaran Kepang (Jaranan/Kuda Lumping) di Medan hingga terlibat baku hantam dengan warga.

Menurut Denny, jika aksi main hakim sendiri yang dilakukan anggota ormas FUI tersebut dibiarkan, maka berpotensi menimbulkan gesekan di jalanan.

Hal tersebut disampaikan Denny melalui akun Twitternya dengan menautkan artikel dari salah satu media daring yang memberitakan bahwa polisi tengah menyelidiki aksi ormas FUI yang membubarkan pertunjukan Jaran Kepang di Medan.

"Harus dihajar pak @DivHumas_Polri..Jangan sampai ada kelompok yang main hakim sendiri. Kalau dibiarkan, itu akan membuat gesekan keras di jalanan," cuit @Dennysiregar7, Rabu (7/4/2021).

Sebelumnya, video anggota Ormas FUI Sumut membubarkan pertunjukan seni budaya Jaran Kepang di Medan, viral di media sosial pada Rabu (7/4/2021).

Dalam video itu, terlihat sejumlah warga memprotes dan menolak upaya Laskar FUI membubarkan kegiatan tersebut.

"Tiap hari kami main ini (jaran kepang), tiap pesta ada. Di mana-mana orang bebas. Berlebihan ini (aksi ormas FUI)," kata seorang wanita dalam video itu.

Tak terima dengan protes dan penolakan tersebut, seorang anggota Laskar FUI lantas meludahi wanita yang mengenakan kaos berwarna hijau hitam itu.

Aksi anggota Laskar FUI itu menyulut emosi warga lainnya. Adu mulut dan baku hantam antara warga dan anggota FUI pun tak terelakkan.

Video berdurasi 2 menit 20 detik itu juga diunggah akun Twitter @RD_4WR1212, Rabu (7/4/2021). Dalam cuitannya, ia menjelaskan aksi pembubaran pertunjukan seni budaya Jaran Kepang oleh Ormas FUI yang berujung ricuh.

"Pertunjukan seni budaya Jaranan atau biasa disebut Jaran Kepang, Laskar Khusus Umat Islam FUI DPD Medan Menganggap Syirik lalu di bubarkan," cuit @RD_4WR1212.

"Beberapa saat kemudian, salah 1 anggota ormas tersebut maju dan meludahi wanita yang adu argumen. Kontan, sejumlah warga emosi. Kerusuhan pun terjadi," jelasnya.

Sementara itu, menurut Kanit Reskrim Polsek Medan Sunggal AKP Budiman Simanjuntak, keributan tersebut berawal saat anggota FUI hendak membubarkan pertunjukan Jaran Kepang.

"Dari kronologi, ada warga kita nggak tahu dadakan atau bagaimana, bikin jaran kepang. Ya sudah, kemudian mungkin ada orang FUI membubarkan jadi ribut," kata Budiman, Rabu (7/4/2021).

Budiman mengaku belum mengetahui secara persis seperti apa proses pembubaran yang dilakukan anggota FUI. Pasalnya, saat ini masih dalam tahap penyelidikan. "Kita nggak tahu cara membubarkannya seperti apa, kurang sopan atau gimana. Awalnya ribut mulut jadi pukul-pukulan," ujarnya. 

Akibat peristiwa itu, dua kubu yang terlibat adu pukul membuat laporan ke polisi. Hingga kini sudah ada 15 saksi yang diperiksa terkait kasus itu. "Masih penyelidikan. Dua pihak saling lapor, dari dua pihak ini semuanya mungkin sudah ada 15 orang yang diperiksa," jelas Budiman seperti dikutip dari Detik.com.  

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Nazaruli