Netral English Netral Mandarin
08:16wib
Hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO) menunjukkan bahwa lebih dari 90 persen masyarakat setuju sekolah dan rumah ibadah dibuka kembali meski masih di tengah kondisi pandemi corona. Data pengguna Facebook yang mencapai 533 juta, baru-baru ini dikabarkan telah dicuri hacker. Facebook menyatakan, tak akan memberi tahu data siapa saja yang telah dicuri.
Lagi, Warga Sekampung Dapat 'Durian Runtuh', Netizen: Enaknya Era Jokowi, Warga Menang Banyak

Senin, 22-Februari-2021 09:02

Ilustrasi warga sekampung mendadak kaya
Foto : Pikiran Rakyat
Ilustrasi warga sekampung mendadak kaya
8

KUNINGAN, NETRALNEWS.COM - Setelah terjadi di Tuban, fenomena warga sekampung mendapat durian runtuh dan mendadak kaya kembali terjadi. Kali ini di daerah Kuningan Jawa Barat.  Sontak, fenomena ini kembali menjadi sorotan warganet.

Di akun FB Mak Lambe Turah, Senin (22/2/21), sejumlah betizen menggunjingkan hal itu.

MLT: "Waah hari gini pada dapat GANTI UNTUNG. Ini Waduknya sejak era pepo, MANGKRAK, nanti kalo diterusin, selesai diresmikan ngamuk2 bajernya."

RiezZal Rojulun: "Jmn dulu tanah kena proyek pemerintah di anggp musibah, Skrng jd berkah bnyk mlh yg ngarep tanahnya kena proyek."

Conk Partini: "Saat ini malah bnyk warga yg berharap tanahnya kena proyek pembangunan."

Luhut Tobing: "Enaknya di era Jokowi..warga nya menang banyak ...dapat manfaat dari adanya waduk dan dapat ganti untung dari pembebasan lahan nya. Cb semasa rezim orba, masyarakat yg berdampak dari waduk kedung ombo..dapat ganti buntung?"

Jenny: "Ikut bahagia mendengarnya."

Sebelumnya diberitakan, warga Desa Kawungsari, Kecamatan Cibeureum, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, juga mendapat "durian runtuh" setelah melepas lahan mereka untuk proyek pembangunan waduk. Setidaknya ada sekitar 179 bidang tanah yang dilepas warga. 

“Kemarin ada pencairan sekitar 179 bidang tanah yang dibebaskan dengan nilai rupiah mencapai sekitar Rp 134 miliar,” kata Kepala Desa Kawungsari Kusto seperti dilansir Kompas.com, Minggu, (21/2/2021).

Menurut Kusto, uang mencapai miliaran rupiah itu merupakan ganti untung mega proyek pembangunan Waduk Kuningan. Proyek yang masuk program nasional itu telah berlangsung sejak 2013. 

Pembangunan fisik proyek itu telah selesai. Sementara itu, pembebasan lahan proyek waduk itu tinggal sekitar tiga persen lagi. 

Masyarakat telah lama menunggu pencairan ganti untung dari lahan yang dijual tersebut. Setelah uangnya cair, masyarakat langsung membeli barang konsumtif. Beli mobil dan motor Kusto menjelaskan, sebagian warga menghabiskan uang membeli kendaraan. 

Setiap hari, ada saja motor baru yang datang ke rumah warga. 

"Dalam setiap hari ada 30 unit motor dengan berbeda merek itu dibeli warga kami," kata Kusto dikutip dari Tribunnews.com. Sebagian besar motor yang dibeli warga seperti Yamahan NMax dan Honda PCX. Menurutnya, motor merek itu merupakan idola warga Desa Kawungsari.

Tak hanya motor, beberapa warga desa juga membeli mobil. "Mungkin, sudah ada 200 motor yang sudah dibeli. Mobil juga banyak,” ujar Kusto. Kusto meambahkan, sekitar 300 motor dan mobil telah dibeli warga desa tersebut. Satu keluarga, jelas dia, membeli lebih dari satu motor.

"Ya dalam satu rumah warga kami, motor baru itu ada yang dua, tiga atau lebih dari itu. Kejadian ini sudah berjalan dan pemberian ganti untung beberapa waktu lalu," kata Kusto. Warga yang mendapatkan uang miliaran rupiah juga banyak yang memanfatkan untuk membeli tanah.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto