Netral English Netral Mandarin
banner paskah
04:13wib
Hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO) menunjukkan bahwa lebih dari 90 persen masyarakat setuju sekolah dan rumah ibadah dibuka kembali meski masih di tengah kondisi pandemi corona. Data pengguna Facebook yang mencapai 533 juta, baru-baru ini dikabarkan telah dicuri hacker. Facebook menyatakan, tak akan memberi tahu data siapa saja yang telah dicuri.
Kwik Kian Gie Ketakutan Karena Diserang Buzzer, Ade: Jangan Didramatisasi Dong

Minggu, 07-Februari-2021 07:30

Dosen Universitas Indonesia (UI) Ade Armando.
Foto : saifulmujani.com
Dosen Universitas Indonesia (UI) Ade Armando.
7

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Dosen Universitas Indonesia Ade Armando mengomentari cuitan ekonom senior Kwik Kian Gie yang mengaku baru kali ini merasa sangat ketakutan mengemukakan pendapat di media sosial lantaran diserang habis-habisan oleh buzzer.

Melalui akun Twitternya, Ade mengingatkan Kwik untuk tidak mendramatisir hal tersebut. Pasalnya, lanjut Ade, di era sekarang ini di mana media sosial memungkinkan siapapun untuk bicara sehingga semua bisa menjadi sasaran para buzzer.

"Pak Kwik, jangan didramatisasi dong. Sekarang ini kita semua bisa diserang para buzzer karena media sosial memang memungkinkan siapapun bicara," tulis @adearmando1, Sabtu (6/2/2021).

Selain itu, Ade juga menyoroti pernyataan Kwik Kian Gie yang mengaku kerap melontarkan kritik tajam di era Presiden kedua Soeharto, tapi tidak pernah mendapat masalah seperti sekarang.

"Di era Harto, teknologinya belum memungkinkan. Dulu, kita bisa langsung diciduk dan raib. Sekarang, cuma harus siap mental dimaki-maki," ungkap Ade.

Sebelumnya, mantan Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan dan Industri Kwik Kian Gie mengaku baru kali ini dirinya sangat ketakutan mengemukakan pendapat di media sosial.

Alasannya, Kwik menyebut, meski pendapat yang dikemukakan bermaksud baik, namun ia diserang habis-habisan oleh buzzer, bahkan sampai menyerangnya secara personal.

"Saya belum pernah setakut saat ini mengemukakan pendapat yang berbeda dengan maksud baik memberikan alternatif. Langsung saja di-buzzer habis-habisan, masalah pribadi diodal-adil," tulis Kwik Kian Gie di akun Twitternya, Sabtu (6/2/2021).

Kwik lantas membandingkan apa yang dialaminya saat ini dengan era Presiden kedua Soeharto. Ia mengungkapkan, di era Soeharto, dirinya kerap melontarkan kritik tajam tapi tidak pernah mendapat masalah seperti sekarang.

"Zaman Pak Harto saya diberi kolom sangat longgar oleh Kompas. Kritik-kritik tajam. tidak sekalipun ada masalah," cuit mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) itu.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Irawan HP