Netral English Netral Mandarin
banner paskah
05:54wib
Pemerintah kembali memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berskala mikro. Kebijakan ini diperpanjang selama 14 hari, terhitung sejak 20 April. Komite Eksekutif UEFA meresmikan format baru untuk kompetisi Liga Champions yang akan mulai digunakan pada musim 2024/2025.
Kwik Kian Gie Ketakutan Diserang Buzzer, Ade Armando Malah Bilang Begini

Minggu, 07-Februari-2021 05:00

Pakar komunikasi dan dosen Universitas Indonesia (UI) Ade Armando
Foto : JPNN
Pakar komunikasi dan dosen Universitas Indonesia (UI) Ade Armando
9

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pakar komunikasi dan dosen Universitas Indonesia (UI) Ade Armando mengomentari cuitan Ekonom senior Kwik Kian Gie yang merasa ketakutan mengemukakan pendapat di media sosial. Hal ini lantaran diserang oleh buzzer bahkan sampai menjurus ke masalah pribadi.

"Saya belum pernah setakut saat ini mengemukakan pendapat yang berbeda dengan maksud baik memberikan alternatif. Langsung saja di-buzzer habis-habisan, masalah pribadi diodal-adil," tulis Kwik Kian Gie di akun Twitternya, Sabtu (6/2/2021).

Kwik lantas membandingkan apa yang dialaminya saat ini dengan era Presiden kedua Soeharto. Ia mengatakan, di era Soeharto, dirinya masih merasa leluasa dalam mengutarakan pemikiran. 

"Zaman Pak Harto saya diberi kolom sangat longgar oleh Kompas. Kritik-kritik tajam. tidak sekalipun ada masalah," cuitnya

Ade pun angkat bicara dan menyarankan Kwik Kian Gie untuk tidak mendramatisasi karena di media sosial semua orang bisa diserang buzzer.

"Pak Kwik, jangan didramatisasi dong. Sekarang ini kita semua bisa diserang para buzzer karena media sosial memang memungkinkan siapapun bicara," tulis Ade Armando, Sabtu (6/2/2021).

Selain itu Ade juga mengatakan bahwa di zaman  Presiden Soeharto teknologi belum secanggih sekarang ini apabila ada yang mengkritik pemerintah siap-siap saja untuk diciduk dan raib. Namun berberbeda dengan zaman sekarang yang harus siap mental apabila dicaci maki.

"Di era Harto, teknologinya belum memungkinkan. Dulu, kita bisa langsung diciduk dan raib. Sekarang, cuma harus siap mental dimaki2," ujarnya.

Reporter : Sesmawati
Editor : Sesmawati