Netral English Netral Mandarin
banner paskah
23:29wib
Pemerintah kembali memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berskala mikro. Kebijakan ini diperpanjang selama 14 hari, terhitung sejak 20 April. Komite Eksekutif UEFA meresmikan format baru untuk kompetisi Liga Champions yang akan mulai digunakan pada musim 2024/2025.
Kutuk Tindakan Asusila, Basri Baco Minta Bless Dipidanakan

Selasa, 30-Maret-2021 21:42

Ketua Fraksi Golkar DPRD DKI, Basri Baco
Foto : Istimewa
Ketua Fraksi Golkar DPRD DKI, Basri Baco
9

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Langkah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang menonaktifkan Kepala Badan Pelayanan Pengadaan Barang dan Jasa (BPPBJ) Blessmiyanda terkait kasus asusila, mendapat dukungan Ketua Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Basri Baco.

Tak hanya diberhentikan dari jabatannya, politis partai berlambang Pohon Beringin ini meminta Bless dipidanakan. Bukan tanpa alasan, selain mengutuk tindakan asusila, menurut Basri Baco, apa yang dilakukan Bless telah mencoreng nama baik Pemprov DKI Jakarta.

"Saya mengutuk tindakan asusila, apalagi itu sudah mencoreng nama baik Pemprov DKI Jakarta. Dia (Bless) bukan hanya dipecat, juga harus dipidanakan," katanya di Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (30/3/2021).

Baco juga meminta korban tidak perlu takut untuk melaporkan perbuatan bejat atasannya. Untuk menjamin keselamatan korban, Baco mendorong Pemprov DKI membuat ruang pengaduan dan perlindungan selain yang sudah ada seperti LPSK.

"Persoalannya, korban juga jangan takut untuk melapor jika ada perbuatan bejat seperti itu terjadi lagi, korban harus segera melapor. Makanya, penting Pemprov DKI membuat semacam kanal laporan agar korban merasa aman dan terlindungi," tegasnya.

Baco menduga, perilaku semacam itu tidak hanya terjadi pada kasus yang menimpa Bless saja. Dengan kekuasaan dan kekayaan yang dimiliki pejabat, bisa jadi hal itu juga dilakukan pejabat lain di DKI Jakarta.

Baco mengatakan, hal semacam ini merupakan fenomena gunung es.

"Ini merupakan fenomena gunung es, yang muncul ke permukaan hanya satu. Tapi, misalnya ternyata kasus serupa banyak terjadi di tempat lain di Pemprov DKI. Dipikirnya, dengan kekuasaan dan kekayaan bisa melakukan apa saja," ungkapnya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengakui, Bless dinonaktifkan dari jabatannya lantaran terkait dugaaan kasus asusila. Anies menegaskan, Anies pun menegaskan komitmennya yang tak akan memberi toleransi terhadap pelaku pelecehan seksual.

"Sikap kami di Pemprov DKI jelas bahwa kami tidak akan mentolerir perbuatan asusila yang mencederai nilai-nilai dan integritas Pemprov DKI dan juga melanggar sumpah jabatan untuk menjunjung tinggi martabat PNS," kata Anies di Jakarta, Senin (29/3/2021).

Reporter : Wahyu Praditya P
Editor : Sesmawati