Netral English Netral Mandarin
banner paskah
17:27wib
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Inspektur Jenderal Istiono bakal memberi sanksi dua kali lipat kepada personelnya yang kedapatan meloloskan pemudik pada 6-17 Mei 2021 mendatang. Presiden Joko Widodo meminta semua anggota Kabinet Indonesia Maju dan pimpinan lembaga tinggi negara untuk tidak mengadakan acara buka puasa bersama di tengah pandemi virus corona (Covid-19).
KPK Temukan Bukti Kuat Korupsi Program Andalan Anies, Ade: Jeng jeng... 

Selasa, 09-Maret-2021 16:26

Ade Armando
Foto : Istimewa
Ade Armando
32

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah menyidik dugaan penyelewengan pada program Rumah DP 0 Rupiah yang menjadi andalan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Dosen Universitas Indonesia yang selama ini sering mengkritik Program Anies Baswedan ikut mencuit jahil. Ia hanya menyebut seolah kasus terkuak.

"Jeng jeng...," cuit pendek Ade Armando, Selasa (9/3/21).

Untuk diketahui, menurut Pelaksana Tugas (Plt) Juru Bicara KPK Ali Fikri, KPK sudah mengantongi dua bukti korupsi pada pengadaan tanah di  Munjul, Kelurahan Pondok Rangon, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, yang menjadi lokasi program Rumah DP 0 Rupiah.

"Saat ini KPK sedang melakukan kegiatan penyidikan dugaan tindak pidana korupsi terkait pengadaan tanah di Munjul pada 2019," kata Fikri dalam keterangannya kepada media, Senin (8/3).

Namun, Fikri mengaku belum bisa menyampaikan detail kasus dan tersangkanya. Sebab, KPK di era kepemimpinan Firli Bahuri saat ini menerapkan kebijakan tentang pengumuman tersangka baru dilakukan jelang penahanan.

"Saat ini, tim penyidik KPK masih menyelesaikannya tugasnya lebih dahulu," kata dia.

Meski demikian, Fikri menegaskan bahwa KPK akan memublikasikan perkembangan penyidikan kasus dugaan korupsi program Rumah DP Nol Rupiah, termasuk mengumumkan tersangka dan pasal yang disangkakan.

"Sebagai bentuk keterbukaan informasi, setiap perkembangan penanganan perkara ini akan kami sampaikan kepada masyarakat," kata Fikri dinukil JPNN. 

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto