Netral English Netral Mandarin
17:08wib
Hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO) menunjukkan bahwa lebih dari 90 persen masyarakat setuju sekolah dan rumah ibadah dibuka kembali meski masih di tengah kondisi pandemi corona. Data pengguna Facebook yang mencapai 533 juta, baru-baru ini dikabarkan telah dicuri hacker. Facebook menyatakan, tak akan memberi tahu data siapa saja yang telah dicuri.
KPK Bakal Selidiki KLB Demokrat, DS: Nih Ngapain KPK Ngurusin Demokrat Segala?

Jumat, 12-Maret-2021 17:50

Denny Siregar
Foto : Pojok Satu
Denny Siregar
23

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Denny Siregar tergelitik dengan sikap KPK yang memberikan lampu hikau bagi siapapun yang ingin laporkan dugaan penyimpangan terkait KLB Demokrat yang digelar di Deliserdang beberapa waktu lalu.

"Nih @KPK_RI  ngapain ngurusin @PDemokrat  segala??" tanya Denny, Jumat (12/3/21). 

"Bukannya tugas utama KPK ngurusin korupsi di instansi negara ? Kok sibuk di partai swasta segala??" imbuhnya.

Sementara sebelumnya diberitakan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberikan lampu hijau untuk menyelidiki dugaan politik uang di Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat yang digelar di The Hill Hotel Sibolangit, Deli Serdang, Sumatera Utara, Jumat (5/3).

Juru Bicara KPK Ali Fikri mempersilakan kepada siapa pun untuk melaporkan adanya dugaan politik uang di KLB Partai Demokrat ke KPK.

“Silakan bagi yang mengetahui ada indikasi korupsi laporkan kepada KPK melalui pengaduan masyarakat. Tentu disertai data awal sebagai bahan telaah,” kata Ali seperti dilansir Rakyat Merdeka, kemarin.

Menurutnya, KPK sangat menghargai harapan masyarakat terhadap pengungkapan kasus-kasus dugaan korupsi yang melibatkan penyelenggara negara. Namun, peran serta masyarakat juga sangat diperlukan.

Selama ini, kata dia, KPK selalu bekerja berdasarkan tugas pokok fungsi sebagaimana amanat Undang-Undang KPK. Dalam Pasal 11 telah diatur secara tegas perkara korupsi yang dapat ditangani KPK.

“Sejauh dari hasil analisa dan telaah ada indikasi dugaan peristiwa tindak pidana korupsi dan itu menjadi wewenang KPK, tentu akan ditindak lanjuti,” jelasnya.

Untuk diketahui, desakan agar KPK turun tangan dan menyelidiki isu politik uang di KLB datang dari pengurus DPP Partai Demokrat dan pengamat hukum.

Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat Bidang Badan Pembina Organisasi Kaderisasi dan Keanggotaan (BPOKK) Herman Khaeron dan Ketua DPP Partai Demokrat Sartono salah satunya.

Menurut Herman, akan menarik apabila KPK dapat menelusuri sumber keuangan dan perolehan anggaran untuk KlB di Deli Serdang.

“Saya kira karena ada iming-iming yang dilakukan secara masif, berarti ada uang besar di dalamnya. Dari siapa pemberinya dan dari mana sumbernya,” katanya.

Sebelumnya, Sartono juga mendesak KPK turun tangan menyelidiki permainan uang di KLB. Sebab, kata dia, di dalam KLB melibatkan pejabat tinggi negara.

Seperti diberitakan, isu permainan uang di KLB mencuat ke publik. Wakil Ketua DPC Partai Demokrat Kota Kotamobagu, Gerald Piter Runtuthomas mengungkapkan, peserta KLB Deli Serdang hanya memperoleh uang Rp 5 juta dari pihak penyelenggara. Padahal yang dijanjikan Rp 100 juta.

Hal ini diungkapkan Gerald saat memberikan testimoni terkait proses KLB Deli Serdang di hadapan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Jakarta, Senin (8/3).

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto